JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Belum Siap, Pilkada Jawa Tengah Tahun Ini Belum Gunakan e-Voting

    Belum Siap, Pilkada Jawa Tengah Tahun Ini Belum Gunakan e-Voting

    278
    BAGIKAN

     

    Ilustrasi
    Ilustrasi

    SEMARANG – Ketua KPU Jawa Tengah Joko Purnomo mengungkapkan penyelenggaran pilkada di 16 kabupaten/kota secara serentak pada akhir 2015 belum menggunakan pemungutan suara sistem elektronik�(e-voting) karena belum ada kesiapan di berbagai sisi.

    “Khusus untuk ‘e-voting’, dari teknologi, sumber daya manusia, dan anggaran kami belum siap, apalagi jika dilihat dari waktu persiapan yang pendek sehingga tidak mungkin melakukan pengadaan peralatan yang cukup mahal,” katanya di Semarang, Minggu (15/2/2015).

    Ia menjelaskan bahwa penerapan sistem ‘e-voting’ dalam setiap penyelenggaraan pilkada juga harus tetap mengedepankan asas langsung, umum, bebas, dan rahasia sesuai dengan yang disyaratkan oleh Mahkamah Konstitusi.

    Menurut dia, berdasarkan hasil uji coba pelaksanaan pilkada menggunakan “e-voting” yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di sejumlah kabupaten/kota, ternyata masih ada kekurangan yakni belum ada jaminan kerahasiaan pilihan dari pemilik hak suara.

    “Dari sisi kerahasiaan, ‘e-voting’ belum terjamin apalagi jika calon kepala daerahnya lebih dari dua karena setelah menggunakan hak pilihnya ada struk yang diberikan petugas kepada pemilih,” ujar mantan Ketua KPU Kabupaten Wonogiri itu.

    Joko mengungkapkan bahwa jajaran KPU Jateng saat ini sedang melanjutkan berbagai tahapan pelaksanaan pilkada secara serentak di 16 kabupaten/kota setelah Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota menjadi undang-undang.

    “Persiapan pilkada tetap kami lakukan tapi implementasi penggunaan anggaran masih menunggu keputusan KPU pusat,” katanya.

    Ia mengatakan bahwa total anggaran yang diajukan untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah di 16 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah pada 2015 mencapai Rp325 miliar.

    Anggaran 16 pilkada tersebut dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah masing-masing kabupaten/kota.

    “KPU Kota Semarang menganggarkan Rp46 miliar guna pilwalkot, namun ada yang menganggarkan di bawah Rp10 miliar seperti Kota Surakarta, Kota Magelang, dan Kota Pekalongan,” katanya.

    Masa kampanye pilkada 16 kabupaten/kota di Jateng akan berlangsung pada 25 Agustus-11 Desember 2015, sedangkan pemungutan suara dijadwalkan pada 16 Desember 2015 dan jika ada putaran kedua maka pemungutan suara dilaksanakan pada 23 Maret 2016.

    Ke-16 daerah di Jateng yang akan melaksanakan pilkada pada 2015 itu adalah Kota Pekalongan, Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten�Kebumen, Kota Surakarta, Kabupaten�Boyolali, Kabupaten Kendal, Kota Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Blora.

    Sebenarnya di Jateng ada 17 daerah yang masa akhir jabatan kepala daerahnya berakhir 2015 tapi Bupati Pemalang akan memasuki purna tugas pada akhir 2015 sehingga pelaksanaan pilkada baru dilakukan 2016.

    Antara | WIsnu Adhi N