JOGLOSEMAR.CO Berita Utama BEM se-Indonesia Minta Jokowi Tak Lantik Budi Gunawan

BEM se-Indonesia Minta Jokowi Tak Lantik Budi Gunawan

201
BAGIKAN

100-an lebih mahasiswa dari BEM se-Indonesia mendatangi Istana Bogor. Mereka berunjuk rasa menuntut Presiden Jokowi tak melantik Komjen Budi Gunawan (BG).

Para mahasiswa ini datang ke Istana Bogor, Selasa (17/2) sore sekitar pukul 16.35 WIB. Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen mulai merangsek ke depan Pintu 1 atau pintu utama Istana Bogor yang berlokasi di pertigaan Jalan Jalak Harupat atau persis di depan kantor Denpom Bogor.

Ratusan mahasiswa berjaket biru dan kuning ini menolak Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri dan meminta Presiden Jokowi segera mencari penggantinya. Setelah sempat melakukan longmarch dari arah Jalan Jarak Harupat Bogor, seratusan mahasiswa tersebut langsung melakukan orasi di depan gerbang utama Istana Bogor.

Komjen Budi Gunawan | lensaindonesia.com
Komjen Budi Gunawan | lensaindonesia.com

JAKARTA– Koordinator aksi, Andi Aulia Rahman mengatakan, hasil praperadilan BG menimbulkan banyak tanda tanya. Apalagi terkait penggunaan argumentasi hukum mengenai objek praperadiian yang disampaikan oleh pihak BG.

“Sesuai dengan KUHAP, penentuan sah atau tidaknya status tersangka bukan merupakan domain dari praperadilan. Hal tersebut hanya bisa dibuktikan dalam persidangan pokok perkara. Namun KPK masih tetap bisa memproses BG secara hukum dengan memberikan alat bukti yang baru,” kata Aulia di depan Istana Bogor.

Aulia mengatakan, dengan menghormati putusan hukum dalam sidang praperadilan tersebut, BEM Se-Indonesia mendesak Presiden Joko Widodo untuk tidak melantik Komjen (Pol) Budi Gunawan sebagai Kapolri dan meminta segera mengajukan nama baru calon Kapolri yang bersih sebagai pengganti.

Dalam pernyataan sikapnya disebutkan, mahasiswa meminta Presiden Jokowi untuk menghentikan kriminalisasi terhadap komisioner KPK, sehingga dapat melanjutkan agenda pemberantasan korupsi.

“Bila presiden tidak melaksanakan tuntutan di atas, dengan segala hormat kami minta untuk mundur sekarang juga,” katanya.

detikNews|Farhan