JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Bengawan Solo Masih Aman

Bengawan Solo Masih Aman

277
BAGIKAN
Pemuka adat memimpin acara Larung Agung Bengawan Solo, Rabu (23/07/2014) di Sungai Bengawan Solo_Foto_Maksum N F
Pemuka adat memimpin acara Larung Agung Bengawan Solo, Rabu (23/07/2014) di Sungai Bengawan Solo_Foto_Maksum N F

SOLO– Elevasi air Sungai Bengawan Solo hingga Rabu (11/2/2015) siang masih dalam tahap aman yakni 7,37 meter. Kendati begitu, warga Solo harus tetap waspada mengantisipasi adanya kiriman air dari dua wilayah yakni Klaten dan Karanganyra.

Menurut Petugas Pemantau Tinggi Muka Air (TMA) Perum Jasa Tirta 1, Suharyanto dua wilayah itu menjadi penentu peningkatan elevasi air di Sungai Bengawan Solo.

Meskipun kawasan Solo tidak terjadi hujan, tetapi jika Karanganyar dan Klaten hujan lebat tidak menutup kemungkinan akan terjadi peningkatan elevasi air Sungai Bengawan Solo. “Dua wilayah itu (Klaten dan Karanganyar) memang harus diwaspadai, karena dua wilayah itu menjadi pemasok air ke Sungai Bengawan Solo,” terang Suharyanto saat ditemui Joglosemar, dikantor pemantau Jurug, kemarin.

Lebih lanjut Suharyanto mengatakan, ada banyak aliran sungai dari wilayah Klaten yang mengarah ke Solo. Diantaranya, dengkeng, Blambang, Pusur, Kebo dan sejumlah anak sungai lainnya.

Dari banykanya aliran sungai tersebut, Suharyanto menyebut sungai dengkenglah yang paling diwaspadai. Pasalnya, aliran sungai Dengkeng sangat berpengaruh tehadap volume air di Bengawan Solo.

“Yang paling besar pengaruhnya pada elevasi Bengawan Solo ya sungai Dengkeng itu,” katanya.

Sementara dari kawasan Karanganyar ada beberapa aliran sungai yang paling besar mengarah ke Dam Colo, kemudian Kali Samin, Jelantas, Ranjing, Triyagan dan sejumlah sungai lainnya.

Suharyanto menambahkan, selama ini banyak orang yang beranggapan bahwa kondisi Waduk Gajah Mungkur sebagai penyebab melubernya Sungai Bengawan Solo.

Padahal, yang menjadi penyebab meningkatnya ketinggian Bengawan Solo bukan semata-mata dari Waduk Gajah Mungkur, tetapi adanya kiriman air dari Klaten dan Karanganyar.

“Selama ini banyak yang mengkambinghitamkan Waduk Gajah Mungkur, seolah-olah kalau banjir itu penyebabnya adalah waduk, padahal itu salah,” tuturnya.

Hal ini seperti disebutkan, Suharyanto bahwa adanya pembukaan spilway Waduk Gajah Mungkur tidak banyak berpengaruh pada elevasi Bengawan Solo. Ini terbukti tidak adanya peningkatan elevasi yang signifikan hingga hari ini.

Meskipun sempat menyentuh diangka 8,16 meter, tetapi pada pagi hari elevasi air Bengawan Solo kembali pada angka 7,37 meter.

Ari Purnomo