JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Bengawan Solo Meluap, Karanganyar Siaga Banjir

Bengawan Solo Meluap, Karanganyar Siaga Banjir

522
BAGIKAN
Urban Forest Pucang Sawit Solo banjir terkena luapan Sungai Bengawan Solo, Selasa (10/02/2015)_Foto_Maksum N F
Urban Forest Pucang Sawit Solo banjir terkena luapan Sungai Bengawan Solo, Selasa (10/02/2015)_Foto_Maksum N F

KARANGANYAR – Tingginya debit air sungai Bengawan Solo akibat diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir membuat kesiagaan di sejumlah wilayah meningkat. Relawan telah memetakan sejumlah wilayah di aliran sungai Bengawan Solo yang berpotensi terkena luapan air.

Tiga dusun masing-masing Dusun Daleman Desa Ngringo Kecamatan Jaten, Dusun Ngelo Desa Kebak dan Tlumpuk di Desa Waru Kecamatan Kebakramat kini tengah siaga banjir. Tim relawan yang bermukim di Posko Bencana di Kantor Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, mendapat informasi bahwa pada pukul 08.30 ketinggian air di pos pantau Jurug sudah mencapai 7,27 meter. Dengan demikian, status wilayah kini telah mencapai siaga kuning atau mendekati bahaya.“Kami melakukan komunikasi setiap saat dengan pos pantau Jurug. Terakhir pada pukul 08.30 pagi sudah mencapai 7,27 meter. Jika mencapai 9 meter, kemungkinan besar daerah di aliran sungai Bengawan Solo akan terkena banjir,” ungkap Jarot, salah seorang relawan Anak Gunung Lawu (AGL) saat ditemui wartawan, Selasa (10/2/2015).

Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, dari ketiga dusun tersebut, Dusun Daleman tergolong paling rawan banjir. Pasalnya, kawasan tersebut berada di dataran paling rendah.“Yang pasti kita akan ikuti terus perkembangan dari pintu Jurug. Sebab, di Solo saja ada beberapa wilayah yang sudah kena banjir,” sebut Jarot.

Sembari bersiaga, tim relawan di Posko Bencana Desa Kebak telah mempersiapkan segala kebutuhan untuk langkah evakuasi. Diantaranya, tenda darutar, perahu karet, pelampung, serta logistik yang akan disediakan sesuai kebutuhan di lapangan. Termasuk lokasi pengungsian pun telah dipersiapkan di balaidesa Waru, Kecamatan Kebakramat.

Di sisi lain, berdasarkan informasi yang didapatkan Jarot, pintu air waduk Gajah Mungkur telah dibuka pada pukul 9.30 WIB. Diperkirakan, hal tersebut akan berdampak pada semakin bertambahnya debit air di aliran Bengawan Solo.

“Kita sudah antisipasi jika debit air semakin tinggi. Kemungkinan air kiriman tersebut bakal sampai di pos pantau Jurug 7 jam dari pembukaan,” imbuhnya.

Sementara, luapan Bengawan Solo menggenangi jalan kampung di Daleman Baru RT 7 RW 6, Kelurahan Ngringo, Kecamatan Jaten, Senin (9/2) malam hingga Selasa (10/2) dinihari. Namun demikian, genangan air tak sampai merendam pemukiman warga.

Ketua RT 7 RW 6 Budi Hari Satoto mengatakan, warganya telah melakukan langkah antisipasi dengan mengungsikan kendaraannya ke tempat yang lebih aman. Sementara, benda berharga lainnnya telah ditempatkan ke rak khusus guna menghindari genangan air.

“Warga telah siap, karena sudah dilatih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar. Sekarang, 38 KK disini sudah belajar dari pengalaman banjir beberapa tahun sebelumnya dan lebih siap jika sewaktu-waktu banjir,” jelasnya.

Putradi Pamungkas