JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Berbagi dengan Klewer, Dana Penanggulangan Bencana di Solo Menipis

Berbagi dengan Klewer, Dana Penanggulangan Bencana di Solo Menipis

219
BAGIKAN
Seorang anak bermain di depan Taman Cerdas Gandekan Solo yang tergenang air luapan Sungai Bengawan Solo_Foto_Maksum N F
Seorang anak bermain di depan Taman Cerdas Gandekan Solo yang tergenang air luapan Sungai Bengawan Solo_Foto_Maksum N F

SOLO– Musim hujan baru saja tiba. Selama beberapa hari terakhir Solo pun terendam banjir. Ketinggiannya pun juga bervariasi namun tidak membuat warga harus mengungsi dan meninggalkan kediamannya. Sejumlah fasilitas umum pun terendam air hujan, di antaranya urban forest dan taman cerdas Gandekan. Hanya saja, hal itu dinilai belum mengkhawatirkan dan mendesak warga untuk mengungsi.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Surakarta, Budi Yulistianto mengungkapkan Pemkot telah menganggarkan dana Rp 4,8 miliar di pos Dana Tak Terduga. Namun, dana tersebut sebagian sudah digunakan sebagai dana pendampingan bantuan Provinsi Jateng untuk pembangunan pasar darurat Klewer.

Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk biaya pembuatan Detail Engineering Design (DED) gedung Pasar Klewer yang nantinya dibangun.

“Totalnya Dana Tak Terduga tahun ini ada Rp 4,8 miliar. Tapi saat ini hanya tersisa sekitar Rp 2 miliar. Jadi, nanti kalau ada banjir ya bisa digunakan,” kata dia, Rabu (11/2).

Dia mengatakan Dana Tak Terduga dipasang memang untuk mengakomodir kejadian yang bersifat insidental. Salah satunya jika ada bencana alam yang menimpa Solo.

“Kalau tidak mendesak ya tidak bisa diambilkan dari dana itu. Jadi memang dipilah-pilah,” ujarnya.

Dengan sisa dana yang tinggal Rp 2 miliar itu, dirinya berharap tidak ada musibah lagi yang melanda Solo.

“Semoga saja tidak ada banjir lagi. Jadi, dana itu bisa digunakan untuk yang lain. Dan kalau bisa ya tidak usah digunakan seperti tahun kemarin,” tutur.

Lebih lanjut, dia menambahkan tahun lalu pos dana serupa sebagian besar masuk ke Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2014.

Sekretaris Daerah (Sekda) Surakarta, Budi Suharto menyatakan pencairan Dana Tak Terduga bisa lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Lewat BPBD. Dana itu bisa digunakan untuk bencana alam, termasuk banjir,” tegasnya.

Murniati