JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Berdalih Tak Penuhi Prosedur, Gudang Bulog Sukoharjo Tolak Inspeksi Mendadak DPR

Berdalih Tak Penuhi Prosedur, Gudang Bulog Sukoharjo Tolak Inspeksi Mendadak DPR

303
BAGIKAN
BERAS CADANGAN- Bulog Grogol menyediakan 100 ton cadangan beras untuk bencana di Sukoharjo. Foto diambil Jumat (24/1) lalu. Joglosemar | Murniati
BERAS CADANGAN- Bulog Grogol menyediakan 100 ton cadangan beras untuk bencana di Sukoharjo. Foto diambil Jumat (24/1) lalu. Joglosemar | Murniati

SUKOHARJO – Gudang Bulog, Grogol Sukoharjo menolak kunjungan mendadak anggota Komisi II DPR RI, Bambang Riyanto stok beras, Rabu (15/2/2015). Sedianya, kunjungan dalam rangka reses atau serap aspirasi wakil rakyat itu untuk mengetahui kondisi stok beras di gudang logistik yang berada di Jalan Raya Telukan kecamatan Grogol tersebut.

Bambang mengatakan, dalam rangka menyerap aspirasi menyikapi melambungnya harga beras. Menurutnya, sebagai wakil rakyat dari Dapil V (Sukoharjo, Solo, Klaten, Boyolali), dia berhak mengetahui fakta dilapangan, dan sejauh mana respon positif Bulog terhadap program swasembada pangan. Termasuk mengetahui kwalitas berasnya seperti apa.

“Saat ini harga beras melambung tinggi, saya merasa peduli untuk mengetahuinya. Tapi saya tidak diterima karena mendadak dan saya harus membuat surat permohonan ditulis. Atau bulog tidak menerima kehadiran saya dibuat suatu mekanisme seperti ini, saya belum tahu,” kata Bambang.

Menurutnya, berdasarkan keterangan dari Kepala Gudang Bulog, Grogol, Mulyono, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Bulog, setiap tamu yang berkunjung harus menyertakan surat resmi. Bambang juga tidak mengetahui jika diberlakukan mekanisme baku semacam itu, sekalipun yang datang anggota DPR RI. Bahkan, tetap tidak diizinkan meski sudah menghubungi langsung Kepala Bulog Subdivre III Surakarta, Yudi Prakasa Yudha.

“Ketidaktransparan bisa menimbulkan tanda tanya besar. Saya belum tahu apakah ini prosedur atau bagaimana. Saya selaku wakil rakyat merasa tidak dihargai. Dulu saat saya menjabat Bupati Sukoharjo selama dua periode, selalu bisa masuk. Tapi sekarang (sebagai Anggota DPR RI) ditolak, tidak bisa masuk padahal ini diwilayah daerah pemilihan saya,” terangnya.

Atas penolakan itu, dia akan akan melaporkannya kepada atasan yang lebih tinggi.

“Agar sikap bulog lebih transparan, lebih terbuka menerima wakil rakyat. Apa yang saya lakukan ini bisa dipertanggungjawabkan. Saya tidak mencari-cari. Kalaupun memenui kekurangan bisa menjadi bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik lagi,” terangnya.

Sementara itu, kepala Gudang Bulog Grogol Muhyono menolak memberi keterangan kepada wartawan. Dia hanya mengatakan tidak berwenang memberikan statement. Terkait penolakan kedatangan anggota Komisi II DPR tersebut, dia menyatakan hanya menjalankan kebijakan atasan.

“Saya tahu kalau Pak Bambang anggota DPR. Tapi, SOP-nyamemang seperti itu,” katanya.

Sofarudin