JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Berselisih dengan KPK, Polri Undang Ulama Minta Didoakan

Berselisih dengan KPK, Polri Undang Ulama Minta Didoakan

437
BAGIKAN

 

Ratusan wanita yang tergabung dalam Pembela Kesatuan Indonesia Bersatu melakukan aksi simpatik Save Polri ketika hari bebas kendaraan bermotor di Jakarta, Minggu (1/2). Aksi tersebut meminta agar dua lembaga KPK dan Polri berdamai dan mendukung kesatuan NKRI. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Ratusan wanita yang tergabung dalam Pembela Kesatuan Indonesia Bersatu melakukan aksi simpatik Save Polri ketika hari bebas kendaraan bermotor di Jakarta, Minggu (1/2). Aksi tersebut meminta agar dua lembaga KPK dan Polri berdamai dan mendukung kesatuan NKRI. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

JAKARTA  – Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti meminta para alim ulama se-Jabodetabek untuk mendoakan institusi Polri agar bisa segera menyelesaikan kisruh KPK-Polri.

“Dengan kehadiran para kiai, ustadz, habib dan tokoh-tokoh agama, saya mohon doa restu agar masalah ini bisa segera selesai,” kata Badrodin pada acara Silaturahmi Alim Ulama, Tokoh Masyarakat dan Para Habib se-Jabodetabek dengan Polri, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (12/2/2015).

Dengan adanya pejabat Polri dan pejabat KPK, dalam hal ini, Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto yang menjadi tersangka, membuat seolah-olah institusi KPK dan Polri bermusuhan.

“Seolah-olah KPK-Polri bermusuhan, padahal sebenarnya tidak. Lembaganya nggak ada masalah,” kata dia.

Pihaknya pun mendukung dan menghormati proses hukum yang dilakukan secara profesional di KPK.

Sementara upaya praperadilan yang diajukan Budi Gunawan, menurutnya sah-sah saja karena itu merupakan hak dia setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait masifnya laporan-aporan terkait seluruh pimpinan KPK aktif yang terjadi akhir-akhir ini, ia menegaskan Polri selalu terbuka terhadap apapun laporan masyarakat. “Kami nggak lihat siapa yang melapor. Siapapun bisa melapor. Prinsip Polri, setiap laporan, kami lakukan penyelidikan. Kalau ada unsur tindak pidana, baru kami lakukan penyidikan dan kami tetapkan tersangkanya,” tegasnya.

Ia pun menyayangkan polemik KPK-Polri yang kini malah berkembang ke ranah politik.

Lebih jauh Badrodin pun menegaskan bahwa laporan-laporan yang masuk ke Bareskrim ditindaklanjuti dengan seksama. “Yang salah tetap kami proses, yang nggak salah, kami dudukkan ke posisi yang benar,” katanya.

Pihaknya pun berharap doa dari para ulama bisa mempercepat penyelesaian masalah tersebut.

Sementara para alim ulama meminta agar institusi Polri tetap solid dengan kondisi yang dihadapi Polri saat ini.

Mereka mendukung penuh setiap penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri, KPK dan Kejaksaan yang dilakukan secara profesional dan sesuai UU.

“Proses penegakan hukum hendaknya dilakukan secara profesional tanpa adanya keberpihakan pada kepentingan tertentu,” kata tokoh agama se-Jabodetabek Syahrillah Asfari.

Syahrillah melihat dewasa ini, penegakan hukum sudah bias dan menjadi arena balas dendam pihak-pihak tertentu.

Pihaknya mengingatkan agar proses penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan tidak dibawa ke ranah politik yang bisa memicu opini masyarakat menjadi terpecah belah.

Sekitar 150 orang ulama, habib dan ustad dari Jabodetabek dan Pasuruan, Jawa Timur menghadiri acara silaturahmi itu.

Dalam acara itu, juga hadir para pejabat utama Mabes Polri diantaranya Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti, Kabaintelkam Komjen Pol Djoko Mukti, Kabaharkam Komjen Pol Putut Eko Bayuseno, Irwasum Komjen Pol Dwi Priyatno, Karorenmin Brigjen Pol Edward Syah Pernong dan Kadivhumas Irjen Pol Ronny F. Sompie.

Antara | Anita Permata Dewi