JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Besok, Jenazah TKW Asal Klodran yang Tewas di Singapura Tiba di Indonesia

Besok, Jenazah TKW Asal Klodran yang Tewas di Singapura Tiba di Indonesia

390
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

KARANGANYAR – Ruli Widyawati (29) seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, dilaporkan tewas di Singapura, Minggu (1/2) malam. Dugaan sementara, Ruli tewas akibat dibunuh Bhaskar (31), pria asal India yang disebut-sebut sebagai kekasihnya, di sebuah hotel di kawasan Geylang, Singapura.

Ibu korban, Sumarni (48) saat ditemui awak media di kediamannya di RT 4 RW 4 Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Selasa (3/2) menuturkan, kabar kematian putri sulungnya tersebut didapatkan usai menerima telefon dari seorang teman Ruli di Singapura pada Senin (2/2) pukul 11.00.

“Saya ditelfon temannya Ruli, dia tanya apakah ini ibunya Ruli, kemudia saya jawab ia. Lalu, ia memberi tahu kalau anak saya sudah meninggal. Saya tak tahu penyebabnya apa, kemudian handphone langsung saya serahkan ke anak saya. Saya tak bisa jawab apa-apa,” tuturnya sembari terisak.

Sesaat kemudian, kabar duka tersebut diperkuat dengan informasi dari manajer agen penyalur pekerja rumah tangga tempat Ruli bernaung. Manajer tersebut memastikan kebenaran musibah itu kepada Sumarni.

“Saya kaget, kenapa anak saya bisa sejauh itu. Padahal baru 17 hari yang lalu ia pulang ke rumah,” sebutnya.

Terkait sosok Bhaskar yang diduga telah membunuh Ruli, Sumarni mengaku putrinya sempat bercerita tentang pria tersebut. Kedekatan antara keduanya bahkan berujung pada niat Bhaskar untuk meminang Ruli, sembari bertandang langsung ke kampung halaman di Klodran tersebut. Hanya, lantaran Ruli masih terikat perkawinan dengan Yusuf Purnomo, niat Bhaskar belum tersampaikan.

“Putri saya sudah jarang berkumpul dengan Yusuf. Sekarang ia pun merantau ke Kalimantan. Terakhir pulang sekitar setahun yang lalu untuk menjenguk anaknya yang sakit,” ceritanya.

Saat ini, keluarga korban masih menantikan kepulangan jenazah ibu dua orang putri, Maenayah (11) dan Sherina (7) itu. Sumarni berharap ada bantuan dari Pemerintah supaya dapat mempercepat proses kepulangan dan pemakaman putrinya.

Sembari menantikan kedatangan jenazah di rumah duka, keluarga pun telah mempersiapkan peristirahatan terakhir Ruli di TPU Bendungan.

“Katanya Rabu (4/2) sudah sampai. Pokoknya sangan ingin anak saya segera pulang apapun kondisinya. Saya mohon dengan sangat bantuan pemerintah,” pintanya.

Semasa hidupnya, Ruli dikenal senagai sosok yang bertanggungjawab. Ia memutuskan untuk merantau empat tahun silam hanya demi melunasi utang keluarga sekaligus menghidupi kedua putrinya. Ruli pun tak pernah lupa mengirim uang sekitar Rp 3 juta per bulan.

Ruli terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada Kamis 29 Januari lalu. Dalam percakapan tersebut, ia menyapa putrinya yang rindu akan kepulangannya.

“Dia bilang kepada putrinya kalau sedang bekerja, dan menjanjikan akan membawa uang yang banyak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Klodaran, Warsito mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polsek setempat terkait musibah yang menimpa keluarga Sumarni itu.

“Kami sudah konsultasi dengan Polsek. Tinggal menunggu bagaimana kelanjutannya dari agen penyalur. Sebab, kami tidak tahu juga berangkatnya dari agen mana,” jelasnya.

Putradi Pamungkas