JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Besok Pagi, Pemerintah Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan Berbobot 330 Gross Ton

Besok Pagi, Pemerintah Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan Berbobot 330 Gross Ton

204
BAGIKAN

 

Dua kapal ikan ilegal berbendera Papua Nugini meledak dan mengeluarkan api ketika ditenggelamkan personel Lantamal IX Ambon di Perairan Teluk Ambon, Maluku, Minggu (21/12). Kedua kapal tersebut yaitu KM Century 4 (200 GT) dan KM Century 7 (250 GT) ditangkap saat mencuri ikan di Laut Arafura dengan 45 ABK warga Thailand dan 17 ABK warga Kamboja. ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan
Dua kapal ikan ilegal berbendera Papua Nugini meledak dan mengeluarkan api ketika ditenggelamkan personel Lantamal IX Ambon di Perairan Teluk Ambon, Maluku, Minggu (21/12). Kedua kapal tersebut yaitu KM Century 4 (200 GT) dan KM Century 7 (250 GT) ditangkap saat mencuri ikan di Laut Arafura dengan 45 ABK warga Thailand dan 17 ABK warga Kamboja. ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan

JAYAPURA – Pemerintah segera menenggelamkan kapal berbendera Vietnam yakni Kapal Motor Thanh Cong 66912 berbobot 330 GT, di perairan Raja Ampat Provinsi Papua Barat, yang dijadwalkan Selasa (10/2).

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Paulus Waterpauw, membenarkan hal itu ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Provinsi Papua, Senin (9/2/2015).

“Kapal tersebut akan ditenggelamkan namun tidak dengan cara ditembak melainkan dilobangi hingga akhirnya tenggelam. Bangkai kapal tersebut nantinya akan menjadi rumpon sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dikawasan itu,” kata Waterpauw.

Kapal Vietnam itu diamankan oleh Satuan Polisi Perairan Polda Papua Barat, 19 Januari lalu, beserta nahkoda kapal Kapten Nam dan 11 anak anak buah kapal (ABK), di perairan Misool, Raja Ampat.

Menurut Waterpauw, selain menenggelamkan kapal asing itu, pihaknya akan memproses hukum 12 awak kapal yang menangkap ikan secara ilegal di perairan NKRI itu.

Sementara ini tidak ada awak kapal yang dideportasi, dan kapal itu masih berada di Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa mereka menangkap ikan dengan menggunakan jaring trol, dan di atas kapal tersebut terdapat dua ton ikan hiu kering dan basah.

Polisi juga menyita berbagai barang bukti berupa tombak hiu, parang, dan jaring.

Antara | Evarukdijati