JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Besok DPRD Sahkan Penggunaan Anggaran Rp 7,5 Miliar untuk Klewer

Besok DPRD Sahkan Penggunaan Anggaran Rp 7,5 Miliar untuk Klewer

293
BAGIKAN
Ketua Komisi B DPRD Provinsi M. Chamin Irvani (kedua dari kanan) bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Pasar Klewer, Senin (16/02/2015). Foto: Maksum N F
Ketua Komisi B DPRD Provinsi M. Chamin Irvani (kedua dari kanan) bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Pasar Klewer, Senin (16/02/2015). Foto: Maksum N F

SOLO – Ketua DPRD Teguh Prakosa menarget permit atau persetujuan untuk penggunaan anggaran mendahului APBD Perubahan 2015 bisa ditetapkan Rabu besok pagi. Pihaknya berharap seluruh mekanisme terlaksana tanpa kendala.

“Kami sudah rapat dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) kemarin (Senin). Mereka menargetkan untuk tayang lelang pada 20 Februari. Kalau meleset sehari saja, bisa berdampak ke seluruh penjadwalan. Karenanya kami juga siap menyelesaikan permit besok,” kata Teguh, kepada wartawan, Senin (17/2/2015).

Dia memastikan seluruh tahapan akan dilaksanakan secara maraton.

Hanya dengan jeda skors dari pimpinan, seluruh fraksi sudah diharuskan memberikan pandangan umum atas permohoan tersebut. Malam harinya, Walikota sudah harus menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi tersebut.

“Besok pagi (hari ini) biar langsung dibahas Banggar (Badan Anggaran). Harapannya Rabu malam sudah bisa digelar rapat paripurna persetujuannya,” terangnya.

Kemarin, Walikota FX Hadi Rudyatmo (Rudy) sudah mengajukan Nota Penjelasan tentang Permohonan Izin Penganggaran dan Pembayaran Pelaksanaan Pembangunan Pasar Darurat Klewer, di rapat paripurna.Total anggaran yang diajukan permit sebesar Rp 7,5 miliar.

Rudy menjelaskan, anggaran itu digunakan untuk konstruksi pasar darurat, sewa Alun-Alun Utara untuk setahun dan konsultan perencana review detailed engineering design (DED) Pasar Klewer.

Selain itu, dialokasikan untuk biaya administrasi dan lelang sumber dana APBD dan CSR, serta biaya administrasi dan pengadaan untuk sumber dana Belanja Tidak Terduga Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2015.

“Total kebutuhan untuk pembangunan pasar darurat Rp 21,745 miliar. Ada tiga sumber dana, yaitu bantuan tak terduga Pemprov Rp 9 miliar, CSR Rp 8,5 miliar. Sisanya Rp 4,167 miliar kami mintakan permit, disamping untuk kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Dalam pandangan umum Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, juru bicara Asih Sunjoto Putro menyoal munculnya item pembiayaan untuk review DED Pasar Klewer. Padahal, di awal disebutkan pengajuan permit itu untuk menyelesaikan pembangunan pasar darurat saja.

Sejumlah fraksi lainnya menyoal penggunaan dana CSR yang tidak melalui mekanisme APBD. Juru bicara Fraksi Persatuan Indonesia Raya (FPIR), NR Kurniasari mempertanyakan bentuk pengawasan. Terlebih Pemkot belum memiliki Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Dana CSR.

Dini Tri Winaryani

 

Rincian Anggaran yang Dimohonkan Permit DPRD

–          Konstruksi pasar darurat : Rp 4,167 miliar,

–          Sewa Alun-Alun Utara satu tahun : Rp 2,5 miliar

–          Konsultan perencana review DED Pasar Klewer Rp 750 juta

–          Biaya administrasi dan lelang sumber dana APBD dan CSR : Rp 100 juta

–          Biaya administrasi dan pengadaan untuk sumber dana Belanja Tidak Terduga Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2015 : Rp 75 juta

Sumber : Nota Penjelasan Walikota (din)