JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Bom Bunuh Diri di Somalia Meledak Tewaskan 10 Orang dan Lukai Pejabat

Bom Bunuh Diri di Somalia Meledak Tewaskan 10 Orang dan Lukai Pejabat

213
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SOMALIA– Kelompok pemberontak meledakkan bom mobil di pintu masuk sebuah hotel di ibu kota Somalia pada hari Jumat dan kemudian menyerbu ke dalam hotel saat para politisi berkumpul. Sedikitnya 10 orang termasuk anggota parlemen dan dua orang menteri luka ringan.

Kelompok Al Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Mereka bertujuan untuk menggulingkan pemerintah federal yang didukung Barat dan memaksakan versi ketat dari hukum syariah Islam di Somalia, yang sedang berjuang untuk membangun kembali negaranya setelah dua dekade perang. Demikian dilansir Reuters, Jumat (20/2/2015).

Pengeboman ini menyasar Central Hotel pada saat tengah hari di hari Jumat yang merupakan waktu-waktu sibuk di Somalia. Sirine ambulans meraung-raung, berpacu menuju lokasi pengeboman. Kepulan asap membumbung di atas kota yang terletak di pesisir Samudera Hindia itu.

“Kami berada di belakang serangan itu. Kami menargetkan pejabat pemerintah di hotel, ini adalah bagian dari operasi kami di Mogadishu,” kata juru bicara operasi militer Al Shabaab, Sheikh Abdiasis Abu Musab kepada Reuters.

Mayor polisi Nur Mohamed mengatakan sedikitnya 10 orang tewas termasuk anggota parlemen. Pertama-tama bom mobil meledak di pintu gerbang hotel, kemudian seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di kompleks hotel.

“Ada menteri dan anggota legislatif di dalam hotel. Jumlah korban tewas mungkin meningkat,” ucap Nur Mohamed. Suara tembakan terdengar untuk waktu yang singkat di dalam hotel setelah serangan.

Salah seorang kapten polisi bernama Farah Abdullahi, menuturkan bahwa Wakil Perdana Menteri Mohamed Omar Arte serta Menteri Transportasi Laut dan Pelabuhan Nur Farah Hirsi terluka ringan. Dia sebelumnya salah mengidentifikasi satu menteri sebagai Menteri Transportasi Ali Ahmed Jamac

Seorang juru bicara presiden mengatakan Presiden Hassan Sheikh Mohamud mengutuk serangan sebagai “serangan teroris”.

Menteri Informasi Mohamed Abdi Hayir Mareye berujar kepada stasiun radio bahwa “banyak yang meninggal” termasuk anggota parlemen dan wakil walikota Mogadishu. Dia berjanji akan memberikan informasi lebih detail nantinya.

Al Shabaab pernah menguasai sebagian besar wilayah Somalia tetapi telah perlahan-lahan didorong keluar dari negara tersebut. Namun, serangan senjata dan bom bunuh diri terus menekan pemerintah untuk meningkatkan keamanan.

Sebuah operasi militer diluncurkan oleh pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika dan pasukan pemerintah Somalia tahun lalu menggulingkan Al Shabaab dari Mogadishu pada 2011 dan dari kota-kota pesisir utama. Namun, serangan gerilya yang gigih di Mogadishu telah membuat rumit upaya pemerintah untuk mengamankan negara demi referendum dan pemilihan presiden pada 2016.

Detiknews