JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Boyolali Miliki Pusat Pengendalian Operasi Gunung Berapi Canggih

Boyolali Miliki Pusat Pengendalian Operasi Gunung Berapi Canggih

236
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

BOYOLALI – Pusat pengendalian operasi (Pusdalops) Gunung Merapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali yang dibangun senilai Rp1,5 miliar diresmikan, Kamis (26/2/2015). Pusdalops BPBD Boyolali terhitung paling canggih se-Indonesia dan bertaraf internasional.

Peresmian dihadiri langsung dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Komisi 8 DPR RI. Dalam kesempatan itu Sutopo Purwonegoro, Kepala Pusat Data dan Informasi atau Kepala Pusdalops BNPB menyatakan, selain berstandar internasional, di Indonesia hanya ada tiga BPBD yang memiliki Pusdalops sekelas BPBD Boyolali, yakni Klaten, Magelang, dan Sleman.

“Fungsinya terutama untuk memonitor aktivitas Merapi,” ungkap Sutopo.

Keberadaan Pusdalops ini jelas dia untuk mengantisipasi bencana sejak dini, khususnya erupsi Gunung Merapi. Menurut Sutopo, erupsi Merapi tahun 2010 menjadi pelajaran yang sangat berharga. Sehingga dengan adanya Pusdalops ini, informasi terkait bencana dapat sejak dini dilaporkan sehingga penanganan bencana akan jauh lebih cepat dan efektif.

Pusdalops tersebut dilengkapi dengan fasilitas komputerisasi yang terhubung dengan peralatan pemantau yang dipasang di Merapi. Dengan teknologi ini maka pemantauan aktivitas Merapi dapat dilakukan pada setiap saat atau 24 jam sehari.

Informasi data pantauan dari Pusdalops Boyolali dapat dikoordinasikan dengan kantor pemantau di Klaten, Sleman, dan Magelang. Data-data pantauan tersebut nantinya akan disampaikan ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk dianalisa lebih mendalam guna penetapan status Merapi.

Senda, Sekda Sri Ardiningsih dalam kesempatan itu menyatakan pihaknya siap memfasilitasi dan hadir dalam setiap penanganan bencana. Meski demikian, penanganan bencana harus dilakukan secara multisektor bersama dengan stakeholder lainnya.

Ario Bhawono