JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Boyolali Terima Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Senilai Rp 11 Miliar

Boyolali Terima Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Senilai Rp 11 Miliar

292
BAGIKAN
PETANI TEMBAKAU- Petani tembakau Desa Jrakah, Kecamatan Selo tengah menggarap lahan tembakaunya. Petani tembakau mengkhawatirkan curah hujan yang masih tinggi belakangan ini, Rabu (29/5). Joglosemar|Ario Bhawono
PETANI TEMBAKAU- Petani tembakau Desa Jrakah, Kecamatan Selo tengah menggarap lahan tembakaunya. Petani tembakau mengkhawatirkan curah hujan yang masih tinggi belakangan ini, Rabu (29/5). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI– Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menerima kucuran dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) 2015 dari Kementerian Keuangan sebesar Rp11 miliar.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Boyolali Dirham di Boyolali, Rabu, menjelaskan DBHCT dari Pemerintah Pusat pada tahun ini naik sekitar Rp925 juta dibanding tahun 2014, yakni sebesar Rp10,075 miliar.

Dirham mengatakan dana cukai tembakau tersebut nantinya akan digunakan di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti di Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian Perkebunan dan kehutanan (Dispertanbunhut), Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian, Dinas Koperasi, serta Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Dinsosnakertran).

Menurut dia, rencana penggunaan dana tersebut akan dialokasikan ke masing-masing SKPD berdasarkan perencanaan dari bawah kebutuhan di lapangan.

Dia mencontohkan dana untuk Dinkes dapat dipergunakan untuk sarana kesehatan paru-paru, Dispertanbunhut dapat untuk budi daya tembakau rendah nikotin dengan pembuatan demplot tembakau rendah nikotin dan bisa untuk pelatihan pembuatan pupuk organik.

Dana untuk kantor Badan Ketahanan Pangan, kata dia, bisa dipergunakan diversifikasi tanaman tembakau untuk diarahkan ke tanaman sayuran di lingkungan pekarangan rumah.

“Petani tembakau di Selo dan Banyudono dilatih untuk budidaya sayuran dengan memanfaatkan tanah pekarangan yang masih tersisa,” katanya.

Selain itu, kata dia, dapat dipergunakan untuk penyuluhan budidaya tembakau rendah nikotin, sedangkan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dapat untuk pelatihan pembinaan pelaku UKM.
Sementara Satpol PP dana dapat dipergunakan untuk penertiban cukai rokok dengan melakukan operasi peredaran rokok illegal.

Menurut dia, dana DBHCT tersebut juga untuk memberdayakan petani di kecamatan melalui kegiatan SKPD sesuai dengan besarannya dana yang disalurkan. Misal, Kecamatan Banyudono menerima dana utuh Rp200 juta dan tidak boleh ada honor yang diambilkan.

Dana DBHCT dari Kementerian Keuangan tersebut, kata dia, diberikan kepada 13 kecamatan di Boyolali. Antara lain, Kecamatan Selo, Cepogo, Kota Boyolali, Banyudono, Nogosari, Musuk, Sawit , Kemusu, Juwangi, Mojosongo, Teras, dan Ampel dengan variasi besaran dana masing masing daerah berbeda.

ANTARA|Bambang Dwi Marwoto