JOGLOSEMAR.CO Berita Utama BPBD Karanganyar Perbarui Data Kelompok Relawan

BPBD Karanganyar Perbarui Data Kelompok Relawan

189
BAGIKAN
APEL BENCANA-Ratusan petugas BBWSBS melakukan apel bencana dengan menyertakan sejumlah alat berat untuk penanggulangan bencana banjir Sungai Bengawan Solo, Selasa (26/11).  Joglosemar | Muhammad Ismail
Ilustrasi| Muhammad Ismail

KARANGANYAR – Guna lebih mengefektifkan kinerja di lapangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar mengkoordinasikan seluruh kelompok relawan yang ada di Karanganyar. Seluruh kelompok yang ada diinvetarisir, kemudian dikelompokkan sesuai skill yang dimiliki.

 Kepala BPBD Karanganyar, Nugroho mengatakan, tercatat terdapat 21 kelompok relawan yang saat ini tersebar di seluruh wilayah Karanganyar.

 “Kami masih menghitung jumlah personel tiap kelompok. Sementara, kelompok lain yang ada pun akan kami gandeng,” ungkap Nugroho, usai koordinasi dengan 21 kelompok relawan dan elemen terkait di kantor BPBD, Senin (2/2/2015).

 BPBD berupaya untuk menggandeng seluruh elemen relawan yang ada di Karanganyar. Pasalnya, dengan koordinasi antar relawan tersebut akan memudahkan dalam penanganan penanggulangan bencana. Sebagaimana diketahui, penanganan bencana skala kecil dan sedang di daerah menjadi wewenang BPBD.

 “Supaya tak ada ketersinggungan antar kelompok juga,” kata Nugroho.

 BPBD butuh relawan yang punya kemampuan macam penanganan kebakaran dan medis, berenang, hingga orientasi medan pegunungan. Meski demikian, relawan yang tak ahli dalam kemampuan tertentu akan tetap dilibatkan sebagai pendukung tugas lain.

 “Jika sudah tahu kemampuan masing-masing, akan memudahkan pembagian tugas di lapangan. Jadi tak perlu banyak personel, namun lebih efektif demikian,” sebut Nugroho.

 Guna koordinasi, sedianya dalam tiga bulan sekali akan dilakukan pertemuan antar kelompok relawan. BPBD akan memfasilitasi pertemuan tersebut.

 “Kami juga akan menggelar apel siaga relawan dan peralatan pendukungnya. Dengan harapan, ada kesiapan untuk penanggulangan dan penanganan bencana di Karanganyar ini,” jelas Nugroho.

Putradi Pamungkas