JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Bubur Ikan Jadi Ikon Festival Jenang Bahari Tahun Ini

Bubur Ikan Jadi Ikon Festival Jenang Bahari Tahun Ini

310
BAGIKAN
Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo ikut memasak menjelang pembukaan Festival Jenang Bahari 2015, Minggu (15/2/2015) | Insan Dipo Ferdias
Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo ikut memasak menjelang pembukaan Festival Jenang Bahari 2015, Minggu (15/2/2015) | Insan Dipo Ferdias

SOLO- Dalam Festival Jenang Bahari tahun 2015 ini punyai kreasi baru dalam pembuatan jenang, yaitu jenang atau bubur tom yam. Yang mana jika biasanya jenang itu disajikan dengan gudeg, sambel tumpang dan ayam suwir, tapi untuk ini dibuat beda yaitu bubur dengan ikan atau seafood dalam hal ini udang dan ini akan menambah khasanah kuliner Kota Solo.

“Bubur Tom Yam ini merupakan kreasi baru dalam festival jenang kali, kan biasanya itu disajikan dengan gudeg, sambel tumpang dan ayam suwir. Tapi untuk bubur ini memakai ikan ataupun bakso ikan,” terang Ketua Indonesia Chef Association (ICA) Surakarta, Hendro Purwanto disela-sela kegiatan memasaknya, Minggu (15/2/2015).

Yang mana Bubur Tom Yam ini kuahnya lebih cenderung ke pedas dan asem yang merupakan ciri khasnya, ikan yang dipakai pun menggunakan ikan kakap yang gampang diperoleh ataupun bakso ikan. Itu semua dijadikan satu, ini merupakan kreasi atau olahan baru dalam Festival Jenang kali ini.

“Yang kami buat kali ini bubur dengan memakai ikan dalam hal ini ikan kakap dan dibuat tom yam. Jadi kuahnya itu lebih ke pedas dan asam yang merupakan ciri khas tom yam, ini akan menambah khasanah kuliner Kota Solo,” imbuhnya.

Memang Solo itu bukan daerah pesisir tapi tidak menutup kemungkinan masyarakat bisa menikmati hasil laut, apalagi kandungan ikan itu proteinnya cukup bagus. Ini juga untuk merealisasikan himbauan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk gemar makan ikan, kan selama ini khususnya di Solo untuk mengkonsumsi ikan belum terbiasa.

“Lewat festival ini masyarakat bisa bervariasi dalam mengolah bubur dengan sajian ikan. Untuk hari ini kami dibuat sekitar 500 porsi, dengan bahan yang digunakan 10 kilo beras, ikan kakap 5 kilo, bakso ikan 5 kilo, udang 5 kilo dan bumbu jadi, ada 25 chef dari hotek dan restroran yang terlibat dalam pembuatan jenang hari ini,” paparnya.

Sementara iti Ketua Panitia Festival Jenang Bahari, Mayor Haristanto menyatakan untuk hari ini ada lima jenis jenang yang dimasak oleh  Indonesia Chef Association (ICA) Surakarta, yaitu Jenang Sum Sum, Jenang Ketan Hitam, Jenang  Kacang Ijo, Mutiara dan Jenang Bahari.

“Ada lima rasa dalam memasak jenang besar kali ini, Jenang Sum Sum, Jenang Ketan Hitam, Jenang  Kacang Ijo, Mutiara dan Jenang Bahari. Ini yang masak oleh para chef dari ICA dan pelajar, ini matang langsung di bagi-bagikan ke masyarakat,” ujar.

Mayor menambahkan, sebenarnya ini hanya persiapan saja untuk puncaknya, Selasa (17/2) besok. Tidak hanya memasak jenang saja tapi juga melatih memarut bagi  anak-anak sekolah yang belum pernah melakukannya dan ada 50 peserta. Nantinya untuk puncaknya itu memasak 32 ribu jenang untuk masyarakat dan ini merupakan rekor MURI.

“Jadi untuk hari ini ada memasak besar jenang dengan lima rasa dan juga melatih memarut. Ini hanya persiapan untuk puncaknya nanti,” pungkasnya.

Ari Welianto