JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Buka Festival Jenang, Menteri Baru Tahu Itu Makanan

Buka Festival Jenang, Menteri Baru Tahu Itu Makanan

280
BAGIKAN
Model Red Batik mempromosikan acara Festival Jenang Solo 2015, Minggu (18/01/2015) di Solo Car Free Day. Acara Festival Jenang tersebut akan dilaksanakan pada 15-17 Februari 2015 di Kawasan Ngarsopuro_Foto_Maksum N F
Model Red Batik mempromosikan acara Festival Jenang Solo 2015, Minggu (18/01/2015) di Solo Car Free Day. Acara Festival Jenang tersebut akan dilaksanakan pada 15-17 Februari 2015 di Kawasan Ngarsopuro_Foto_Maksum N F

SOLO- Pelaksanaan pembukaan Event Festival Jenang Bahari Pesona Nusantara di Koridor Ngarsopuro, Solo Minggu (15/2/2015) berlangsung meriah. Selain dipadati warga juga dihadiri   Walikota FX Hadi Rudyatmo, Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Kementrian Pariwisata H.M Ahman Sya.

Bahkan dalam Walikota dan Menperin bersama rombongan ikut menyaksikan proses pembuatan jenang yang dilakukan para chef profesional dari Indonesia Chef Association (ICA) Surakarta. Tidak hanya itu mereka juga mencoba memarut krambil (kelapa) yang dipakai untuk membuat jenang, Memperin terlihat kaku saat memarut dan ikut mengaduk-ngaduk pembuatan jenang.

“Tadi saya pikir jenang itu apa dan sempat tanya-tanya, asal saya dari Nusa Tenggara Timur (NTT) jadi maklum tidak tahu. Rupanya jenang itu makanan,” terang Memperin, Saleh Husin, disela-sela pembukaan Festival Jenang Bahari Pesona Nusantara di Koridor Ngarsopuro, Minggu (15/2/2015).

Saat ditanya suka jenang apa, beliau menjawab tidak tahu karena baru tahu berbagai jenis jenang. Tapi kalau dikasih makanan beliau langsung mau, karena memang kebetulan hobi makan. “Saya suka masak dan itu sudah terbiasa, prosesnya membuatnya itu mirip  seperti membuat dodol dan ibu saya sering. Kalau dikasih saya mau, kan saja hobi makan,” imbuhnya sambil tertawa.

Menanggapi Festival Jenang ini, diharapkan jika industri pariwisat di Kota Solo akan tumbuh pesat. Karena Solo kan sudah terkenal dengan batiknya, tentu dengan kreatifitas yang dilakukan kelompok masyarakat ini selain untuk pariwisata juga bisa membuka lapangan kerja yang lebih luas dan mempunyai nilai tambah. Pihaknya siap membantu untuk menumbuhkan industri  kecil di Kota Solo.

“Mungkin nanti Walikota bisa menugaskan kepala dinasnya untuk ketemu saya di Jakarta  untuk saya arahkan ketemua Dirjen Indutsri Kecil Menengah. Di kami ada banuan-bantuan untuk industri kecil berupa peralatan ataupun pembinaan, adanya industri kecil ini bisa menumbuhkan pariwisata Solo,” paparnya.

Sementara itu Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo menyatakan jika Festival Jenang Bahari ke 4 ini  untuk memperkuat ide-ide kreatif yang saat ini tengah proses ke UNESCO untuk menjadikan Solo sebagai Kota Kreatif Design. Ada 32 ribu jenang yang nantinya itu akan dibuat dalam festival jenang ini.

“Kalau orang Solo dengan budaya lokalnya Jenang itu sebetulnya merupakan salah satu proses terciptanya manusia, mulai dari mengandung sampai proses melahirkan dan namanya jenang adanya semua. Seperti Jenang Procotan atau Jenang Lemu, mudah-mudah kreativitas ini bisa lebih dikembangkan terus,” ujar dia.

Rudy menambahkan, tradisi ini harus dipertahankan agar nanti generasi penerus itu tidak lupa dengan jenang. Bahkan jika perlu ada pelatihan membuat jenang atau yang mendasar, seperti marut krambil karena itu tidak sembarangan marut dan sudah mulai dilupakan masyarakat. “Bila Memperin berkenan bisa ikut membantu untuk mensosialisasikan dan membuat pelatihan, “ pungkasnya.

Ari Welianto