JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Bukan Anggota PDIP, Anung dan Edy Jasmanto Batal Nyalon Walikota Solo

Bukan Anggota PDIP, Anung dan Edy Jasmanto Batal Nyalon Walikota Solo

306
BAGIKAN

 

 

ilustrasi
ilustrasi

SOLO – Dua bakal calon (Balon) Walikota yang mendaftar pada Panitia Penjaringan Balon Walikota dan Wakil Walikota (Wawali) yang digelar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menyatakan mundur dari pencalonanya.

Keduanya adalah Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (Bapermas P3AKB)  Anung Indro Susanto dan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Edy Jasmanto.

Melalui surat resmi, keduanya menyatakan keberatan melengkapi salah satu persyaratannya. Yaitu terdaftar sebagai kader PDI Perjuangan yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA). Sebelumnya, panitia sudah memberi waktu pada seluruh Balon untuk melengkai berkas, selama tiga hari (23-25/2).

“Dua Balon yang mundur menyampaikan ketidaksanggupan memenuhi persyaratan adanya kartu tanda anggota (KTA),” kata ketua panitia Supardi, Rabu (25/2/2015).

Total dari 11 Balon yang mengembalikan formulir hanya tersisa sembilan Balon yang prosesnya bisa diteruskan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).  Mereka adalah Achmad Purnomo , FX Hadi Rudyatmo, dan Bambang Setyobudi untuk Balon Walikota.

Sementara yang mendaftar sebagai Balon Wawali meliputi Helmy Akhmad Sakdilah, Rachmad Wahyudi), Ginda Ferachtriawan Her Suprabu, Hartanti dan Aquarinto Widhiarso (PNS Kabupaten Semarang).

Dari sembilan calon yang memenuhi persyaratan untuk dibawa ke DPP, dua di antaranya berstatus PNS yakni Bambang Setyobudi (PNS Pemkot Surakarta) dan seorang balon wakil wali kota Aquarinto Widhiarso (PNS Pemkab Semarang).

“Dari sembilan itu, ada dua yang berstatus PNS. Yaitu Bambang Setyobudi dan Aquarinto Widhiarso (PNS Pemkab Semarang).Keduanya sudah mengajukan surat pengunduran diri atau permohonan pensiun dini. Karenanya kami bisa memproses pengajuan pendaftarannya sebagai anggota partai,” terang Pardi.

Kepastian pengunduran diri dari pencalonan itu ditegaskan Anung Indro Susanto dalam surat tertulis kepada panitia. Dia menyampaikan terima kasih karena telah masuk dalam daftar Balon Walikota PDI Perjuangan. Namun, ada persyaratan yang tak bisa dipenuhi, karena akan bertentangan dengan aturan kedinasannya sebagai PNS di Pemkot Surakarta.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Arif Sahudi menyatakan menarik kadernya dari bursa Balon Walikota PDI Perjuangan melalui surat resmi ke panitia. Menurutnya, langkah Edy mendaftar lewat partai lain menimbulkan dua konsekuensi. Pertama, ketika membuat KTA di partai lain, maka otomatis Edy akan dipecat dari partai.

“Kedua, kami melihat syarat dari PDI Perjuangan itu bertentangan dengan Undang-Undang Pilkada. Dalam UU tersebut tidak ada ketentuan harus menjadi anggota partai. Kami tidak mau ikut proses pencalonan yang inkonstitusional. Jadi, kami mundur saja.”

Dini Tri Winaryani