JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Bupati Sragen Serahkan Kasus Kecelakaan Mobil Dinas Istrinya ke Polisi

Bupati Sragen Serahkan Kasus Kecelakaan Mobil Dinas Istrinya ke Polisi

620
BAGIKAN
Agus Fatchur Rahman Bupati Sragen
Agus Fatchur Rahman
Bupati Sragen

SRAGEN– Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman menyampaikan ungkapan dukacita atas insiden kecelakaan yang melibatkan mobil dinas Ketua Tim Penggerak PKK atau istri Bupati, di gang Jalan Nusa Indah Kampung Bangunsari RT 5/14, Sragen Kulon dan menewaskan balita Azalia Faiz Andri Calista (2,5) Jumat (13/2/2015) lalu.

Sementara, nasib Munawar (33), sopir dinas yang mengemudikan Mobil Toyota Innova AD 17 E itu, apakah berstatus tersangka atau tidak bakal ditentukan besok (Senin,16/2/2015) setelah pihak kepolisian, berhasil meminta keterangan dari saksi-saksi pihak korban.

Pernyataan itu disampaikan Bupati terkait kasus kecelakaan yang merenggut nyawa cucu dokter Cahyo Utomo, yang tak lain adalah rekan sejawat istrinya, Wahyuning Harjanti. Ia mengaku baru mendengar kabar kecelakaan itu pada Jumat malam selepas seharian menghadiri acara dinas di Jakarta.

“Saya tiba di rumah jam 21.00 WIB dan baru buka HP. Ya agak kaget dengar kabar itu. Kami menyampaikan empati dan duka cita yang mendalam atas insiden tersebut,” paparnya kepada Joglosemar, Minggu (15/2/2015).

Kendati kecelakaan itu melibatkan mobil dan sopir yang biasa mengemudikan kendaraan operasional istrinya, Bupati mengaku menyerahkan dan menghormati sepenuhnya proses hukum yang berlaku di kepolisian. Ia juga memastikan kondisi istrinya, baik-baik saja meski sempat sedikit terpukul atas kejadian tersebut.

“Tapi malam itu juga, ibu juga langsung ke rumah duka dan ikut yasinan di sana. Karena ibu dan Bu Cahyo itu memang teman dekat,” urainya.

Sementara, hingga dua hari pasca kejadian, belum ada perkembangan signifikan atas kasus tersebut. Pihak kepolisian masih menunggu keterangan dari saksi-saksi pihak kerabat korban yang kondisinya masih berduka dan direncanakan baru akan dimintai keterangan, besok (Senin, 16/2/2015).

Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri melalui Kasatlantas AKP Davis Busin Siswara mengatakan memang ada indikasi perdamaian dari kedua belah pihak, akan tetapi perdamaian tidak serta merta bisa menggugurkan penanganan kasus tersebut.

“Rencananya Senin (16/2) baru bisa kita hadirkan saksi dari pihak korban, yaitu ibunya dan pembantunya yang saat kejadian ada di rumah. Setelah itu baru akan kita simpulkan status pengemudinya tersangka atau tidak. Tapi kami tetap normatif dan sesuai prosedur tetap (protap). Pengemudi juga kami tahan dan mobil dinas yang untuk menabrak juga diamankan sebagai barang bukti,” jelasnya.

Karena masih menunggu keterangan saksi, status pengemudi masih terperiksa. Statusnya bisa dinaikkan menjadi tersangka jika sudah ada keterangan dari pihak saksi dan menyimpulkan bahwa kecelakaan itu memang terjadi akibat kelalaian dari pengemudi seperti kesimpulan saat olah TKP.

Wardoyo