JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Cegah Spionase, Penggunaan Internet dan Ponsel Tentara China Diawasi Ketat

Cegah Spionase, Penggunaan Internet dan Ponsel Tentara China Diawasi Ketat

368
BAGIKAN

 

Militer China | marketingtochina.com
Militer China | marketingtochina.com

BEIJING  – Militer China memperketat pemeriksaan latar belakang ideologis prajuritnya serta pengawasan penggunaan Internet dan telepon genggam mereka dalam upaya memerangi ulah mematai-matai oleh “kekuatan musuh”, kata media pemerintah, Rabu (4/2/2015).

China dan Amerika Serikat sering saling tuduh terkait upaya mematai-matai dan meretas Internet, yang meningkatkan ketegangan kedua negara itu. Oleh karena itu, penguasa Partai Komunis di Beijing memperketat pengawasan pada ideologi dan berpendapat dengan mengatakan bahwa pasukan musuh dari Barat menimbulkan ancaman bagi budaya Tiongkok.

Pedoman yang dikeluarkan oleh Komisi Militer Pusat China yang kuat dan diumumkan oleh media resmi People’s Liberation Army Daily mengatakan personil militer dilarang melakukan blogging dan menggunakan program percakapan dalam jaringan.

“Sejumlah negara Barat telah makin mengintensifkan aksi untuk berkomplot melawan negara kita dengan ‘revolusi warna’, sebuah ‘budaya Perang Dingin” secara dalam jaringan…mencoba dengan sia-sia untuk menghancurkan semangat militer perwira dan prajurit kita,” kata tulisan di “PLA Daily”.

Menteri Pendidikan Tiongkok mengatakan pekan lalu bahwa negara itu harus menghapus “nilai-nilai Barat” dari kelas. Pada akhir Desember, Presiden Xi Jinping menyerukan bimbingan ideologis yang lebih banyak di universitas dan mendesak pembelajaran Marxisme.

Pendidikan politik dan ideologis harus dilaksanakan untuk meningkatkan militer, menurut pedoman itu. Angkatan bersenjata harus juga menguatkan langkah-langkah untuk mencegah bocornya rahasia, pedoman itu menambahkan.

Ketangguhan pemeriksaan latar belakang politik personil militer akan mencegah “sabotase oleh kekuatan musuh dan korosi akibat kemerosotan gagasan dan budaya,” tambah pedoman itu.

Kepemimpinan Tiongkok telah mengintensifkan tindakan keras terhadap korupsi di kalangan militer selama tahun lalu, masalah yang menurut para perwira senior dan pensiunan bisa melumpuhkan kemampuan negara itu untuk berperang.

Tiongkok telah menyelidiki beberapa pejabat militer sebagai bagian dari penyelidikan mantan perwira militer Xu Caihou, pensiunan wakil ketua Komisi Militer Pusat.

Kementerian Pertahanan mengatakan pekan lalu bahwa inspektur anti-korupsi juga akan menargetkan kepolisian serta pasukan nuklir, angkatan laut dan angkatan udara Tiongkok.

Antara