JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Cokelat yang Meracuni Siswa di Sukoharjo Positif Mengandung Jamur dan Kuman

Cokelat yang Meracuni Siswa di Sukoharjo Positif Mengandung Jamur dan Kuman

359
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SUKOHARJO – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo telah menerima hasil uji laboratorium cokelat yang meracuni 10 siswa kelas III, SD Transan 01, Kecamatan Gatak. Berdasarkan hasil uji Balai Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) itu, cokelat berkemasan menarik tersebut mengandung kuman dan jamur berbahaya.

Kepala DKK Sukoharjo, Guntur Subiyantoro membeberkan hasil pemeriksaan bakteriologi terhadap sampel muntahan dan cokelat yang diterima dari Balai Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Senin (17/2). Dalam sampel spesimen muntahan positif mengandung jamur Rhizopus Sp dan khamir atau yeast cell yang telah meracuni sepuluh siswa tersebut.

Sedangkan dalam sampel cokelat positif mengandung jamur Rhizopus Sp dan Klebsiel’a peneumoniae, Stapylococus epidedermis dan bacillus brevis. “Kandungan yeast atau bahan ragi itu menyebabkan gejala mual dan pusing. Seharusnya makanan negatif rhizopus dan yeast cell. Kalau makanan positif berarti makanan tersebut kemungkinan sudah kadaluwarsa,” kata Guntur, Selasa (17/2/2015).

Guntur menerangkan, gejala keracunan terjadi dua jam setelah para siswa mengkonsumsi cokelat tersebut. Sehingga dia menyimpulkan kasus tersebut bukan disebabkan karena bakteri. Karena terjadi rekasi spontan, kemungkinan besar para siswa keracunan kedua jamur tersebut. “Kalau bakteri reaksinya muncul satu hingga dua hari setelah dikonsumsi. Jadi rhizopus dan khamir diduga kuat yang menyebabkan gejala keracunan para siswa,” terangnya.

Atas temuan tersebut, lanjut Guntur, pihaknya akan melayangkan surat perihal hasil pemeriksaan laboratorium itu kepada Dinas Pendidikan (Disdik) dan Polres Sukoharjo. Pihaknya menyerahkan pengusutan terhadap produsen cokelat yang tertera izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) paslu itu. Selain itu, menganjurkan agar setiap sekolah memiliki kantin sendiri didalam lingkungan sekolah.

“Kalau Sekolah mempunyai kantin jajanan siswa bisa lebih terpantau. Kami juga meminta para pedagang tidak sembarangan menjual jajanan agar tidak terulang hal serupa,” katanya.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai melalui Kasatreskrim Polres Sukoharjo, Iptu Fran Dalanta Kembaren menunggu hasil uji laboratorium tersebut untuk melangkah lebih lanjut. “Kami perlu menganalisi dulu untuk menentukan langkah sebenarnya. Kalau hasil lab belum kami terima, kami belum bisa melangkah,” katanya.

Seperti diketahui, 10 siswa kelas III SDN Transan 01 merasakan sakit perut, pusing dan muntah setelah memakan cokelat dengan kemasan cantik pada Rabu (4/2) lalu. Cokelat itu dibeli dari pedagang keliling yang mangkal di luar pagar sekolah. Beruntung setelah mendapat perawatan medis di Puskesmas Gatak, mereka dinyatakan baik-baik saja.

Sofarudin