JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dampak Putusan Sarpin, Banyak Tersangka Korupsi Ajukan Pra Peradilan

Dampak Putusan Sarpin, Banyak Tersangka Korupsi Ajukan Pra Peradilan

201
BAGIKAN
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan 'SAVE KPK' di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). Mereka menuntut Mabes Polri membebaskan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap pihak kepolisian. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan ‘SAVE KPK’ di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). Mereka menuntut Mabes Polri membebaskan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap pihak kepolisian. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

JAKARTA– Putusan Hakim Sarpin Rizaldi yang memenangkan praperadilan Komjen Budi Gunawan seakan membawa angin segar bagi para tersangka korupsi. Hal ini kemudian disebut Sarpin effect.

Menanggapi hal tersebut, ketua Tim 9 Buya Syafii Maarif menegaskan, Sarpin effect harus dihentikan. Hal tersebut disampaikan Buya usai Seminar ‘Fikih dan Tantangan Kepemimpinan dalam Masyarakat Majemuk’ di Hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2015).

“Harus disetop. Saya setuju saja, kan praperadilan bukan hanya dipahami si Sarpin itu. Sarpin itu subjektif sekali ya, kan sudah banyak kritik terhadap dia itu,” kata Buya Syafii.

Buya menyatakan, Komisi Yudisial (KY) harus meneliti kembali hakim-hakim yang dianggap kontroversial. Bagaimana pun, korupsi merupakan salah satu penyebab utama kemiskinan merajalela di Indonesia.

“KY harus meneliti kembali hakim-hakim ini. MA juga harus membuka mata, membuka hati, jangan seperti orang nggak paham aja,” jelas Buya Syafii.

“Kemiskinan itu salah satu penyebab utamanya korupsi ini. Sangat luar biasa. Sangat dilematis, menggurita, sistemik, masa dibiarkan begitu. Kecuali kita mau menggali kuburan masa depan bangsa ini kembali,” sambung Buya Syafii.

detikNews|Rina Atriana