JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Demam Berdarah Mulai Mewabah di Sukoharjo

Demam Berdarah Mulai Mewabah di Sukoharjo

340
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SUKOHARJO – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di awal tahun 2015 ini tergolong tinggi. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo mencatat sedikitnya 30 kasus DBD dan 20 kasus chikungunya dalam dua bulan terakhir. Lima diantaranya masuk dalam kategori Dengue Syok Sindrom (DSS) atau gawat darurat.

Kepala DKK Sukoharjo, Guntur Subyantoro mengatakan terhitung hingga tanggal 7 Februari 2015 tercatat 30 kasus DBD. Angka tersebut terdiri dari 25 kasus DBB dan 5 kasus DDS yang merupakan tingkatan lanjut penyakit DBD. “Angka kasus ini tergolong tinggi,” kata Guntur didampingi Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Bejo Raharjo, Kamis (12/2/2015).

Berdasarkan rekapitulasi data di 12 Kecamatan, hanya wilayah Bulu dan Gatak yang tidak terjadi serangan DBD. Namun di wilayah Gatak tercatat 20 kasus chikungunya. Guntur merinci, Puskemas Weru mencatat 5 kasus DBD, Tawangsari 2 kasus DBD, Sukoharjo 5 kasus DBD dan 2 kasus DSS, Nguter 1 kasus DBD, Bendosari     1 kasus DBD. Sementara, di Puskesmas Polokarto mencatat 3 kasus DBD dan 1 kasus DSS, Mojolaban 3 kasu DBD, Grogol 2 kasus DBD, Baki 1 kasus DBD dan1 kasus DSS, Kartasura 2 kasus DBD dan 1 kasus DSS.

“Kalau DSS itu sudah terjadi kegagalan fungsi pembuluh darah. Kalau terlambat ditangani bisa meninggal,” terangnya.

Guntur menyampaikan, jika dibandingkan kasus DBD selama tiga tahun terakhir, kasus DBD tahun ini meningkat. Berdasarkan catatan, di tahun 2012 tercatat 45 kasus DBD dengan korban meninggal 0 (nol). Sedangkan di tahun 2013 dari 270 kasus DBD, 5 diantaranya meninggal dan tahun 2014 tercatat 220 kasus DBD dengan korban jiwa 10 orang.

Meningkatnya angka kasus serangan DBD ini dipengaruhi siklus 5 tahunan, puncak serangan nyamuk aedes aegipty. Sehingga wajar jika di berbagai daerah menetapkan DBD dalam kategori Kejadian Luar biasa (KLB). “Ini masuk siklus lima tahunan, puncak serangan DBD. Kalau tidak salah, tahun 2010 lalu waktu saya Kepala Puskesmas Grogol sampai lebih dari 400 kasus,” imbuhnya.

Sofarudin