JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Demam Berdarah Renggut Nyawa Balita di Jeruksawit

Demam Berdarah Renggut Nyawa Balita di Jeruksawit

262
BAGIKAN

ilustrasi
ilustrasi

KARANGANYAR – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi momok menakutkan. Seorang balita berusia 2,5 tahun asal RT 1 RW 7 Dusun Blimbing, Jeruksawit, Gondangrejo, meninggal akibat DBD, Senin (2/2/2015) malam.

Sebelum meninggal, korban sempat terjangkit DBD selama beberapa hari. Meski telah mendapatkan perawatan secara medis, namun nyawa balita tersebut tak dapat terselamatkan.“Meninggalnya senin malam kemarin. Sebelumnya sudah terkena DBD selama beberapa dan dirawat, namun tak tertolong,” ungkap Camat Gondangrejo, Bambang Tri Hastaryo, kepada wartawan.

Bambang mengatakan, warga wajib meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, sudah ada dua korban jiwa meninggal dunia di Kecamatan Gondangrejo akibat terkena DBD. Untuk itu, ia mengumpulkan seluruh perangkat desa di Jeruksawit untuk mengikuti penyuluhan dan teknis operasi jentik nyamuk dari Dinas Kesehatan. Upaya pencegahan tersebut bukan yang pertama, sebab sebelumnya sudah ada sosialisasi DBD kepada masyarakat setempat.

“Fogging juga sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu. Sekarang kita beri penyuluhan,” sebutnya.

Sementara, sejumlah kawasan pun secara khusus meminta dinas kesehatan untuk melakukan fogging. Kepala Desa Klodran, Warsito mengatakan, meski Klodran menjadi salah satu desa dengan predikat Bebas Jentik, namun warganya tetap meminta adanya pengasapan tersebut.

Berdasarkan datayang diperoleh Joglosemar, tercatat 49 kasus DBD selama bulan Januari. Endemis tinggi berada di 25 desa di enam kecamatan, yakni Colomadu, Gondagrejo, Tasikmadu, Karanganyar Kota, Kebakkramat, dan Jaten.

Putradi Pamungkas