JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Demam Berdarah Renggut Nyawa Tiga Warga Boyolali

Demam Berdarah Renggut Nyawa Tiga Warga Boyolali

213
BAGIKAN
Ilustrasi: FOTO ANTARA/Rahmad
Ilustrasi: FOTO ANTARA/Rahmad

BOYOLALI – Tiga orang tewas akibat serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada awal tahun ini. Sementara itu periode akhir tahun 2014 hingga awal tahun ini diwaspadai ledakan serangan DBD, setidaknya ditandai peningkatan serangan yang cukup tinggi.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali pada Januari-hingga awal Februari ini sudah terjadi 98 kasus, tiga di antaranya meninggal dunia. Sedangkan  sepanjang tahun 2014 kemarin tercatat 381 kasus dengan total korban meninggal mencapai 13 orang.

Achmad Muzayin, Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Boyolali mengungkapkan, korban tewas terakhir yakni warga Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota, Sabtu (7/2/2015) kemarin. Sedangkan dua warga yang tewas lainnya, pada Januari kemarin, yakni warga Kecamatan Klego dan Mojosongo.

“Jumlah kasus DBD di Boyolali memang meningkat, memang menunjukkan ledakan kasus. Salah satunya dipengaruhi siklus lima tahunan sejak 2010 silam,” ungkap Muzayin didampingi Sri Suparti, Kasi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Senin (9/2/2015).

Peningkatan kasus ini juga terlihat dari angka kesakitan atau (insident rate) yang tercatat mencapai 10,27 persen dari target kurang dari 5 persen. Menurut Suparti, periode Desember-Januari memang tertinggi untuk serangan DBD. Khusus awal tahun ini, diakuinya memang meunjukkan ledakan kasus, dibandingkan data serangan selama tiga tahun terakhir.

Peningkatan kasus lanjut dia, juga tercermin dari jumlah desa yang dinyatakan endemis DBD. Jika pada tahun 2013 silam, hanya 19 desa di tujuh kecamatan, saat ini jumlah desa endemis DBD mencapai 36 desa yang tersebar di 12 kecamatan. “Desa endemis meningkat hampir 100 persen,” kata dia.

Ario Bhawono