JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Desain Shelter PKL di Jalan Supomo Disoal

Desain Shelter PKL di Jalan Supomo Disoal

365
BAGIKAN
Ilustrasi: Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
Ilustrasi: Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SOLO – Munculnya pembangunan shelter pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Prof Dr Supomo sisi timur mendapat sorotan kalangan legislator DPRD Kota Solo. Shelter yang dibiayai dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swata itu dinilai mengebiri hak pejalan kaki yang melintas di kawasan tersebut.

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI Perjuagan) YF Sukasno mengatakan, pihaknya menerima banyak keluhan warga terkait hal itu. Pasalnya shelter tersebut dibangun di atas trotoar. “Saya dapat keluhan warga yang menyoal hilangnya trotoar di sisi timur Jalan Supomo itu. Ada juga yang mengirim komentar dan gambar lewat media sosial. Mestinya, upaya penataan PKL itu tak kemudian mengganggu hak warga lainnya,” kata Kasno.

Dia menjelaskan, ruas jalan tersebut tergolong ramai kendaraan maupun lalu lalang pejalan kaki. Jika trotoar dihilangkan, maka pejalan kaki harus masuk ke badan jalan. Kondisi tersebut tentu menimbulkan risiko keselamatan. “Pembiayaan memang dari dana CSR, namun desain dari DPP (Dinas Pengelola Pasar) selaku pengelola nantinya. Mestinya dalam perencanaan hal itu juga harus diperhatikan,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala DPP Subagiyo mengatakan pihaknya siap merevisi desain yang sudah ada. Menurutnya, DPP sudah menyiapkan ruang untuk pejalan kaki di shelter tersebut. “Nanti tetap kami sediakan ruang untuk pejalan kaki. Jadi, tidak ada yang akan terganggu aksesnya,” kata dia.

Shelter tersebut dialokasikan untuk 18 unit. Lokasi tersebut akan digunakan untuk merelokasi PKL di sekitar Jalan Prof Dr Supomo dan Jalan Slamet Riyadi. Pembangunan shelter tersebut sudah dimulai awal Februari.

Dini Tri Winaryani