JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Diancam Disantet, dan Dibunuh, Bambang Widjojanto: Saya Ngaji Sajalah

Diancam Disantet, dan Dibunuh, Bambang Widjojanto: Saya Ngaji Sajalah

206
BAGIKAN
Bambang Widjojanto
Bambang Widjojanto

JAKARTA– Sudah menjadi rahasia umum, ancaman fisik dan psikis hingga berbau klenik biasa dialami pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pegawainya. Reaksi pimpinan KPK pun beragam menghadapi teror tersebu.

Teror terpanas, dialami penyidik dan sejumlah pegawai lain salah satunya di bagian Biro Hukum lembaga antikorupsi itu. KPK telah membentuk tim khusus untuk melakukan pelacakan.

Teror-teror itu rupanya tidak membuat nyali para pimpinan KPK dan jajarannya menjadi ciut. Beragam cara pimpinan dan mantan pimpinan KPK menghadapi ancaman itu. Mereka menyerahkan segalanya kepada Allah. Teror itu dinilai sebagai risiko perjuangan dalam memberantas korupsi. Ada juga yang justru menyimpan SMS penuh caci maki itu.Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) ditangkap tim Bareskrim Polri saat mengantar anaknya ke sekolah. Dalam perjalanan, ia mengaku diteror.

“Saya merasa diteror ketika di dalam mobil saya dikatakan punya banyak kasus,” demikian kata Bambang seperti dituturkan pengacaranya Usman Hamid, Jumat (23/1/2015).

Usman mengatakan, BW juga tidak terima karena anaknya paling kecil yang masih duduk di bangku SD ditanyai polisi identitasnya. Menurut BW hal itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan perkara.

Ditambahkan Usman, BW juga merasa diperlakukan dengan kekerasan karena diborgol saat ditangkap dan dibawa ke Bareskrim Mabes Polri.

BW tidak trauma meski diteror. Ia tetap melakukan aktivitas seperti biasa, salah satunya mengantar anak sekolah. “Nganterlah,” kata Bambang saat ditemui di rumahnya di kawasan Depok, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2015).

Menurut BW, hari ini tidak ada jadwal sekolah anak karena libur. Karena itu, dia akan beristirahat dulu kalau belum sempat tidur seharian.

Pengacara yang aktif di berbagai kegiatan antikorupsi itu memang tidak terlihat trauma sedikit pun. Dia masih segar dan mengaji. Lalu berganti baju hingga menggelar salat Subuh berjamaah di masjid An-nur yang terletak di samping rumah.

“Nggak, lihat aja masih segar-segar aja, saya juga ngaji ajalah, sudahlah serahin aja,” terangnya.

BW ditangkap di jalanan usai mengantar anaknya sekolah di SDIT Nurul Fikri, Depok. Ayah tiga anak itu kemudian diborgol, diteror sepanjang perjalanan, hingga anaknya yang bernama Izzat (20) diangkut.

Lewat proses lobi dan negosiasi yang alot, polisi akhirnya membebaskan BW dengan jaminan para pimpinan KPK.

detikNews|Hestiana Dharmastuti