JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dianggap Menipu, Panitia Seminar Kupas UMPTN Dipolisikan

Dianggap Menipu, Panitia Seminar Kupas UMPTN Dipolisikan

802
BAGIKAN

20110415_Soal_Ujian_Nasional_SRAGEN– Panitia sebuah kegiatan seminar untuk siswa tingkat III SMA dengan tajuk “100 % Kupas Tuntas Masuk UMPTN” yang diselenggarakan di Gedung Golkar Sragen, Minggu (1/2) dilaporkan ke Polres Sragen. Selain dianggap sarat kejanggalan dan menipu, panitia juga dilaporkan karena telah mengancam akan memblacklist sekolah jika tidak menuruti kata-katanya.
Pelaporan itu terungkap ketika salah satu siswi SMAN 1 Sragen berinisial L (18) dengan didampingi rekannya YF (19), Senin (2/2/2015). Mereka kemarin datang ke Polres Sragen untuk melaporkan ARS (26) pimpinan seminar yang diketahui beralamat di Gemolong. ARS dilaporkan atas dugaan penipuan terhadap sekitar 102 peserta seminar dari siswa SMAN 1 dan 3 Sragen yang mengikuti seminar tersebut.
Data yang dihimpun di Mapolres Sragen, aksi penipuan itu bermula ketika para siswa tertarik untuk mengikuti program seminar panduan lolos UMPTN yang digelar terlapor pada Minggu (1/2) pukul 10.00 WIB. Mereka tertarik karena saat sosialisasi ke siswa pertengahan pekan kemarin, terlapor mengiming-imingi peserta bisa lolos UN dan UMPTN, kemudian mengaku pernah menjadi Presiden BEM di UGM, pernah menjadi pengawas UN tahun 2008 dan sekarang menjadi pengawas independen UN se-Soloraya.
Dengan jemawa, terlapor juga mengatakan dengan mudah bisa memblacklist sekolah atau peserta jika tidak menuruti perkataannya. Karena tertarik dengan garansi bisa lolos UN dan UMPTN itu, para siswa pun ramai-ramai mendaftar seminar dengan membayar uang pendaftaran Rp 99.750,-.
Akan tetapi saat mengikuti seminar, ternyata para siswa mulai mendapati beberapa kejanggalan. Saat para siswa mengajukan pertanyaan soal Matematika, terlapor tidak dapat menjelaskan dan mengerjakannya tapi malah marah-marah kepada siswa yang bertanya.
Kejanggalan lain, para siswa juga mendapati soal materi dasar Matematika yang diberikan kepada peserta, ternyata bukan soal UN atau UMPTN yang seharusnya melainkan soal pada jalur undangan buku raport yang harusnya diberikan ke universitas. Karena merasa sudah tidak beres, para pelajar pun akhirnya sepakat untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sragen.
Dikonfirmasi, Kasubag Humas Polres Sragen AKP Saptiwi mewakili Kapolres AKBP Dwi Tunggal Jaladri membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Terpisah, Kepala SMAN 1 Sragen, Bambang Margono mengatakan laporan itu atas inisiatif para siswa sendiri karena merasakan ada ketidakberesan dalam seminar tersebut.
“Pas sosialisasi, yang bersangkutan ngakunya pernah jadi presiden BEM UGM dan Pengawas UN Soloraya ternyata setelah dilacak anak-anak ternyata juga tidak benar. Bahkan saat dicek, kantornya juga ternyata tidak ada. Kemudian ngakunya pernah menyelenggarakan seminar serupa di GOR Manahan, ternyata juga tidak ada,” jelasnya.
Wardoyo