JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dianggap Meresahkan, Pensiunan Pabrik Gula Mojo Dirazia Petugas Saat Ngamen

Dianggap Meresahkan, Pensiunan Pabrik Gula Mojo Dirazia Petugas Saat Ngamen

515
BAGIKAN
RAZIA PREMAN-Tiga orang pengamen dan preman diangkut dengan mobil patroli Polres Sragen seusai terjaring razia preman Sabtu (11/5).  Joglosemar | Wardoyo
RAZIA PREMAN-Tiga orang pengamen dan preman diangkut dengan mobil patroli Polres Sragen seusai terjaring razia preman.
Joglosemar | Wardoyo

SRAGEN- Gara-gara uang pensiunan dianggap terlalu kecil, seorang mantan karyawan Pabrik Gula (PG) Mojo Sragen, Yoga Sayana (63) nekat banting setir menjadi artis jalanan (pengamen). Nahas, usahanya untuk mencari tambahan penghasilan harus berhenti Minggu (8/2/2015) kemarin saat terjaring razia penertiban premanisme, gelandangan pengemis dan pengamen yang digelar tim Polsek Gondang.
Yoga yang tinggal di Sragen Kulon RT 1/7, Sragen itu hanya pasrah ketika dikukut petugas Polsek Gondang saat tengah mengamen di sekitar terminal dan Pasar Gondang. Ia diamankan bersama satu orang pengamen generasi di bawahnya, Jumadi (37) asal Ketentuan RT 13/1, Desa Wonotolo, Gondang.
Informasi yang dihimpun di lapangan, operasi penertiban premanisme, gepeng dan pengamen itu digelar oleh tim Polsek yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Sudarman. Dalam operasi berkkauatan tujuh personel itu mereka menyisir setiap sudut terminal dan pasar yang selama ini sering menjadi keluhan masyarakat akibat banyaknya gepeng dan pengamen.
Saat di Pasar Gondang, tim menemukan keduanya tengah beraksi dan kemudian langsung mengamankan mereka berikut peralatan ngamen yang digunakan. Saat dibawa dan diinterogasi aparat di Mapolsek, salah satu pengamen yang sudah berusia senja, Yoga mengakui terpaksa ngamen untuk mencari tambahan penghasilan karena uang pensiunannya tidak cukup memenuhi biaya hidupnya.
“Ngakunya uang pensiunannya setiap bulan hanya Rp 300.000. Katanya nggak cukup untuk kebutuhan sehari-hari dia dan istrinya. Karena itu dia nekat ngamen. Tapi karena dianggap meresahkan warga dan pedagang, kami tetap lakukan tindakan dan pembinaan,” papar Kapolsek Gondang, AKP Sudarman mewakili Kapolres AKBP Dwi Tunggal Jaladri, Minggu kemarin.
Kedua pengamen itu selanjutnya membuat surat pernyataan tidak mengulangi pekerjaannya mengamen dan diarahkan untuk mencari pekerjaan lain yang tidak meresahkan. Kapolsek menambahkan, operasi serupa akan terus digelar untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan masyarakat dari kehadiran gepeng, preman maupun pengamen.

Wardoyo