JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Diawali Verifikasi, Divisi Utama Berpeluang Mundur

Diawali Verifikasi, Divisi Utama Berpeluang Mundur

239
BAGIKAN
Andrid Wibawa berusaha melepaskan kawalan pemain PSGC Ciamis pada laga lanjutan babak 16 besar grup K di Stadion Manahan Solo, musim lalu. Foto : Maksum NF
Andrid Wibawa berusaha melepaskan kawalan pemain PSGC Ciamis pada laga lanjutan babak 16 besar grup K di Stadion Manahan Solo, musim lalu. Foto : Maksum NF

SOLO – Persis Solo kini bisa bernafas lega. Terbilang sebagai tim terlambat yang memulai proses persiapan, kompetisi Divisi Utama 2015 yang sedianya digelar awal Maret berpeluang mundur.

Hal ini lantaran PT Liga Indonesia (PT LI) sebagai operator liga akan melakukan verifikasi lebih dahulu pada 60 kontestan kasta kedua itu. Verifikasi yang dimulai pekan depan itu meliputi aspek finansial dan aspek infrastruktur.

Corporate Secretary PT LI Tigor Shalom Boboy mengatakan verifikasi yang akan dimulai pada pekan depan itu terdiri dari dua aspek. Aspek pertama meliputi finansial klub dimana peserta kompetisi Divisi Utama wajib bebas dari tunggakan gaji pemain, pelatih hingga offisial musim lalu. Aspek kedua merupakan verifikasi infrastruktur yang menyoroti kualitas home base tiap-tiap klub.

“Infrastruktur tak keseketat seperti di ISL, kaitannya dengan lampu. Menjadi pekerjaan besar buat kami juga menyangkut disiplin penyelenggaraan pertandingan dan pengawasan. Pekandepan kita jalankan verifikasi keuangan dan infrastruktur. Saat ini PT LI baru menyampaikan surat ke klub Divisi Utama untuk diproses,” turu Tigor seperti dilansir dalam situs resmi PT LI, Rabu (4/2/2015).

Peluang mundurnya kompetisi Divisi Utama ternyata sudah diprediksi Persis Solo. Melalui koordinator seleksi, Totok Supriyanto, pihaknya mengaku sudah mengetahui kompetisi kasta kedua ini akan diawali dengan proses verifikasi finansial dan infrastruktur. Dengan jumlah klub yang banyak, proses verifikasi akan membutuhkan waktu tak sebentar

Totok menambahkan, verifikasi itu wajib dilakukan PT LI agar tim-tim yang masih punya tunggakan hutang pada musim lalu bisa mendapatkan tindakan tegas.

Hal itu sama seperti yang diputuskan pada kasus Persik Kediri dan Persiwa Wamena yang gagal lolos verifikasi untuk mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini. Bila hal sama dibiarkan saja, kualitas kompetisi Divisi Utama tidak akan naik.

“Sudah sewajarnya PT LI menggelar verifikasi lebih dahulu. Biar tim-tim yang masih punya tunggakan gaji pada pemain dan pelatih musim lalu diselesaikan lebih dahulu. Proses ini sama seperti yang dilakukan PT LI pada musim lalu,” ucap Totok.

“Dan jika verifikasi benar-benar dilakukan pada semua peserta Divisi Utama, besar kemungkinan kompetisi tidak digelar pada awal Maret. Karena pada saat ini, banyak tim yang belum siap secara materi pemain. Beberapa klub malah belum melakukan pembentukan tim. Tentu hal ini akan jadi pertimbangan PT Li untuk menetapkan jadwal kompetisi,” tambahnya.

Nofik Lukman Hakim