JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Diduga Dianiaya Polisi, Warga Sleman Tewas

Diduga Dianiaya Polisi, Warga Sleman Tewas

244
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SLEMAN – Maulana Rusadi (22) warga Dusun Gatak Desa Sumberagung Kecamatan Moyudan Sleman diduga dianiaya oleh sejumlah polisi. Maulana tewas pada hari Minggu (1/2/2015) pukul 09.15 di RSUD Wirosaban Kota Jogja dengan sejumlah luka-luka.

Sebelum tewas, korban sempat tidak sadarkan diri selama beberapa hari di rawat di rumah sakit. Korban juga telah dilakukan autopsi di RSU Dr Sardjito Jogja, Selasa (3/2/2015). “Ada banyak kejanggalan yang kasus yang dialami anak saya ketika polisi datang ke rumah,” ungkap ibu korban, Sumartini, kepada wartawan di kantor Jogja Police Watch (JPW) di Jalan Jenggotan, Tegalrejo Kota Jogja, Rabu (4/2/2015).

Saat datang ke rumah, lanjut dia, polisi memberitahukan bila anaknya Maulana dirawat di RSUD Wirosaban. Namun saat dia bertanya kenapa apa, polisi yang datang ke rumah tidak memberitahukannya. “Biar dokter saja yang memberikan informasi di sana,” ungkap Sumartini didampingi suaminya Sumardi Harta.

Menurut dia, saat datang ke rumah sakit, dia hanya seorang diri. Sedangkan suaminya masih bekerja di Semarang dan belum pulang ke rumah. Di RSUD Wirosaban, dia melihat anaknya dengan kondisi wajah dan mata lebam-lebam tanpa bisa bicara sepatah katapun dan tidak sadarkan diri. “Saya juga mulai curiga, ada apa ini. Karena banyak polisi di rumah sakit,” kata Sumartini sambil menahan tangis

Selama di rumah sakit, lanjut dia, semua polisi tampak berbaik hati. Mereka menawarkan minuman dan makanan gratis kepadanya. Namun karena masih dalam kondisi syok, semua tawaran ditolaknya.

Dia mengaku ada banyak kejanggalan dalam kasus kematian Maulana. Menurut dia, ada teman-teman anaknya yang menyaksikan penyiksaan anaknya oleh polisi. “Kami sudah melaporkan ke Propam Polda DIY,” kata Sumartini didampingi Humas JPW, Baharuddin Kamba.

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti mengatakan, Propam Polda DIY sudah menerima laporan tersebut. Saat ini, Propam masih menyelidiki kasus tersebut.

Bagus Kurniawan | Detik