JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Diduga Produksi Minuman Keras Palsu, Rumah Mewah di Boyolali Digerebek

Diduga Produksi Minuman Keras Palsu, Rumah Mewah di Boyolali Digerebek

396
BAGIKAN

 

Polresta Surakarta bersama jajaran Pemerintahan Kota Surakarta memusnahkan barang bukti minuman keras hasil operasi rutin/pekat 2014, Senin (22/12/2014) di Halaman Polresta Surakarta. Dalam kegiatan ini barang bukti yang dimusnahkan yakni minuman keras jenis ciu sebanyak 1322 liter | Foto: Maksum N F
Polresta Surakarta bersama jajaran Pemerintahan Kota Surakarta memusnahkan barang bukti minuman keras hasil operasi rutin/pekat 2014, Senin (22/12/2014) di Halaman Polresta Surakarta | Foto: Maksum N F

BOYOLALI – Sebuah rumah mewah di Jalan Merbabu No 83, digerebek jajaran Polda Jateng lantaran diduga digunakan sebagai pabrik minuman keras palsu atau oplosan, Selasa (3/2/2015) siang. Hasilnya, petugas membawa ratusan botol puluhan merek Miras terkenal berikut bahan dan alat produksinya.

Informasi yang dihimpun Joglosemar di lokasi kejadian, penggerebekan dilakukan pukul 12.00 WIB. Petugas dari Ditreskrimsus Polda Jateng di-back up Polsek Boyolali Kota dan Satuan Narkoba Polres Boyolali, serta didampingi lurah setempat, mendatangi rumah yang didiami TT dan keluarganya.

Hasilnya, petugas menemukan ratusan botol minuman keras berbagai merek terkenal yang diduga palsu. Pasalnya, selain menemukan minuman kemasan, petugas juga menemukan bahan-bahan lainnya seperti ciu, coca cola, etanol 85 persen, sprite, dan pewarna. Petugas juga menemukan alat pengoplos minuman keras.

Kapolsek Boyolali Kota, AKP Miftakhul Huda mengungkapkan, dalam penggerebekan ini pihaknya hanya diminta untuk mem-back up­ petugas dari Polda. Informasinya, penggerebekan ini merupakan pengembangan kasus di Magelang beberapa waktu lalu.

“Kasus ini yang menangani langsung dari Polda, hasil pengembangan kasus yang sama di Magelang. Disinyalir pusat distribusinya ada di Boyolali,” ungkap Kapolsek.

Lurah Surowedanan, Raditya Sumarno, mengatakan rumah tersebut merupakan milik keluarga mantan bupati yang kini statusnya masih sengketa. Diakui Raditya, penghuni rumah cukup tertutup. Meski bagian depan dimanfaatkan untuk cucian mobil, namun aktivitas penghuni rumah tidak terlihat.

Ario Bhawono