JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Diduga Terkait Gambar Nabi, Satu Tewas Tiga Luka Tembak di Kopenhagen

Diduga Terkait Gambar Nabi, Satu Tewas Tiga Luka Tembak di Kopenhagen

196
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

KOPENHAGEN – Seorang warga sipil tewas dan tiga polisi terluka, Sabtu (14/2/2015) waktu Denmark, ketika orang-orang bersenjata memuntahkan peluru senjatanya ke sebuah pertemuan di Kopenhagen yang dihadiri Lars Vilks, seniman yang pernah menerima ancaman mati karena menyiarkan gambar Nabi Muhammad.

Polisi Denmark memastikan seorang terbunuh dan dua tersangka melarikan diri dengan sebuah kendaraan setelah menyerang pertemuan yang disebut sebagai debat mengenai seni dan hujatan. Vilks dan duta besar Prancis yang menghadiri pertemuan itu selamat dari insiden tersebut.

“Satpam berteriak ‘semua orang ke luar’ dan kami dipaksa ke luar ruangan,” kata Helle Merete Brix, penyelenggara acara ini kepada Reuters melalui telepon.

“Mereka mencoba menembaki jalan penonton ke ruang konferensi. Saya melihat salah seorang dari mereka berlari dengan mengenakan masker. Tak ada cara untuk mengenali wajahnya. Saya bahkan tidak yakin apakah ada seorang atau dua orang,” kata dia.

Duta besar Prancis Francois Zimeray mencuit kalimat bahwa dia selamat. “Mereka menembaki kami dari luar gedung, niatnya sama dengan peristiwa yang terjadi Charlie Hebdo, kecuali yang di sini mereka tidak bisa masuk,” kata sang dubes.

Kepala polisi Henrik Blandebjerg berkata kepada televisi lokal ada dua penyerang, sedangkan yang meninggal dunia adalah pria berusia 40 tahun. Polisi lalu menemukan sebuah kendaraan ditinggalkan begitu saja sekitar 10 menit dari lokasi perkara di pinggiran Ibu Kota Denmark itu.

Polisi Swedia mengatakan para pengawal pribadi Swedia tengah menjaga Vilks sewaktu serangan itu terjadi, sedangkan pihak berwenang di Swedia selatan mengatakan tengah membantu kepolisian Denmark. Polisi Denmark mengaku belum mengetahui apakah serangan itu sebagai aksi teroris, namun menyatakan tengah menyelidikinya.

Vilks memicu kontroversi pada 2007 ketika menyiarkan kartun Nabi dan setelah itu dia menerima ancaman pembunuhan sehingga harus dikawal ketat polisi Swedia sejak 2010. Dua tahun lalu seorang perempuan Amerika yang menjuluki dirinya sendiri dengan Jihad Jane dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena berencana membunuh Vilks.

Antara