JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dikritik Tak Etis Mencalonkan Walikota, Achmad Purnomo: Saya Sudah Izin Pak Rudy

Dikritik Tak Etis Mencalonkan Walikota, Achmad Purnomo: Saya Sudah Izin Pak Rudy

278
BAGIKAN
Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo| Foto: Maksum N F
Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo| Foto: Maksum N F

SOLO– Wakil Walikota (Wawali) Achmad Purnomo menepati janjinya mengambil formulir pendaftaran bakal calon (Balon) Walikota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rabu (11/2/2015). Meski sempat mendapat sorotan dari internal, namun hal itu tak menyurutnya niatnya untuk meramaikan bursa AD 1.

 Purnomo tiba di Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP di Jalan Hasanudin, Brengosan, Purwosari pukul 16.00. Dia datang didampingi istrinya, Saraswati,anak keduanya, Ari Setyo Nugroho berserta istri. Sejumlah sahabatnya juga terlihat ikut hadir. Mereka kompak mengenakan busana serba merah.

 “Ambil formulir ini inisiatif saya. Namun, sudah seizin Pak Rudy sebagai Ketua DPC PDIP Solo dan atasan saya sebagai Walikota. Beliau malah men-support, karena ini wujud dari demokrasi kita. Bayangkan kalau yang daftar hanya satu orang bagaimana? Karena syarat dari DPP tidak boleh hanya satu orang” kata dia usai mengambil formulir.

 Dia pun belum berencana menggalang dukungan, baik dari internal maupun eksternal partai. Meski Purnomo sendiri dikenal aktif dalam sejumlah organisasi sosial dan keagamaan. Menurutnya, tahapan yang harus dilalui masih panjang.

 Ayah empat anak itu pun tak berambisi mendapat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Pihaknya siap menerima keputusan apapun yang turun nantinya.

 “Yang penting sesuai mekanisme. Kalau tak terpilih, ya legawa saja. Saya pun siap memenangkan calon yang ditetapkan nanti. Kalau dapat rekomendasi, ya Bismillah. Saya laksanakan dengan sebaik-baiknya. Bahkan Pak Rudy pun nanti bisa jadi penasehat agar pembangunan Solo bisa berkelanjutan,” tambahnya.

Dia pun tak menampik, kiprahnya di partai pimpinan Megawati itu baru berjalan dua tahun. Dia tercatat sebagai anggota sejak Oktober 2012, ketika mendaftar sebagai Balon Wawali, mendampingi FX Hadi Rudyatmo.

“Kalau menyangkut saya belum memberikan andil itu kan relative. Namun ukuran loyal, setia kepada partai dan sebagainya itu kan relatif. Terserah masing-masing menilainya. Saya juga tidak akan kontra pernyataan itu. Biar masyarakat yang menilai,” ungkapnya.

Meski terbilang anggota baru, namun dia sudah dipercaya sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bapilu) DPC PDIP. Dia bertanggung jawab atas Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2013, Pemilihan Legislatif 2014 dan Pemilihan Presiden (PIlpres) 2014.

“Sampai sekarang jabatan itu belum dicabut atau diganti. Memang dalam structural saya tidak masuk,” kata dia.

Sekretaris DPC Teguh Prakosa menegaskan, tidak ada etika politik yang dilanggar Achmad Purnomo. Menurutnya, justru PDIP membuka diri untuk menjaring Balon dari internal maupun eksternal partai.

“Kalau ada suara seperti, mungkin hanya karena kader tersebut belum memahami tujuan penjaringan ini. Semua berhak mendaftar dan tidak ada etika yang dilanggar. Asal semua sesuai mekanisme, silakan daftar,” kata dia.

Ketua Panitia Penjaringan Balon Walikota dan Wawali PDIP Supardi mengatakan, hingga hari ketiga pendaftaran tercatat sudah ada empat Balon yang mengambil formulir pendaftaran. Namun, kesemuanya belum ada yang mengembalikan formulir tersebut.

“Dua pendaftar untuk Balon Walikota, yaitu Bambang Setyabudi dan Achmad Purnomo. Sementara untuk Balon Wawali ada Honda Hendarto dan Helmy Ahmad Sakdilah,” terangnya.

Dini Tri Winaryani