JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dinas Kesehatan Sukoharjo Curigai Peredaran Jajanan Anak yang Beracun

Dinas Kesehatan Sukoharjo Curigai Peredaran Jajanan Anak yang Beracun

260
BAGIKAN

Jajanan-Luar-SekolahSUKOHARJO – Dinas Kesehatan Kabupaten (Dinkes) Sukoharjo memantau jajanan anak di lingkungan sekolah. Diduga masih ada jajanan yang mengandung bahan kimia dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Kepala DKK Sukoharjo Guntur Subiyantoro, mengatakan sudah menerjunkan petugas untuk memantau kondisi jajanan anak di lingkungan sekolah.

Berdasarkan pengambilan sampel makanan secara acak, ditemukan sejumlah makanan yang diduga mengandung bahan kimia. Seperti pada saus dan campuran untuk minuman yang dijajakan pedagang keliling dan sering mangkal di diluar pagar sekolah-sekolah. Namun, pihaknya masih akan melakukan uji laboratorium untuk memastikan dugaan tersebut. “Dugaannya seperti itu ada,” ujar Guntur, Minggu (1/2/2015).

Menurutnya, kecurigaan itu bukan hanya di wilayah perkotaan saja. Melainkan di sekolah-sekolah yang diwilayah pinggiran Kota Makmur. Untuk itu pihaknya mengimbau orang tua untuk turut peduli dalam pengawasan terhadap anak. Seperti dengan menyediakan bekal manakan dari rumah. Mengingat, makanan yang diolah dirumah sendiri dinilai lebih higienis dibanding jajanan pedagang keliling.

Langkah yang diambil Dinkes, kata Guntur, pihaknya langsung memberikan pengarahan ke setiap pedagang yang ditemui. Terutama mensosialisasikan larangan menjual makanan yang mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia. “Mereka kami minta lebih memperhatikan bahan campuran makanan dan minuman yang dijual,” katanya.

Ditegaskan Guntur, jika nanti dalam pemeriksaan hasil laboratorium terbukti ditemukan mencampurkan bahan kimia berbahaya, pedangang bias diseret ke ranah hukum. Hanya saja, langkah yang diambil untuk saat ini baru sebatas pembinaan-pembinaan. “Sebenarnya bias dipidanakan. Tapi kami lebih kea rah pembinaan terlebih dahulu,” tandasnya.

Menurut Guntur, pada dasarnya para pedagang sudah memahami persoalan ini. Namun, dia juga mengakui tidak sedikit pedagang yang kemungkinan besar mengabaikan kesehatan pembeli untuk mencari keuntungan pribadi. “Bukanya melarang mereka berjualan. Tapi kami minta pedagang lebih mengutamakan kepentingan kesehatan anak,” tandasnya.

Sofarudin