JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dinas Pendidikan Sukoharjo Masih Tunggu Prosedur Ujian SD Tahun Ini

Dinas Pendidikan Sukoharjo Masih Tunggu Prosedur Ujian SD Tahun Ini

298
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SUKOHARJO – Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo menunggu prosedur operasional standar (POS) dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan ujian sekolah. Kabid TK/SD Mulyadi, mengatakan sejauh ini tidak ada SD berpotensi digabung dalam melaksanakan ujian sekolah (US) nanti.

Di Kota Makmur tercatat 483 SD/MI Negeri maupun swasta. Menurut dia, seluruh sekolahan tingkat dasar itu sudah terakreditasi. Dengan demikian, masing-masing sekolah berhak melaksanakan US mandiri. Sekalipun peserta ujian di sekolah yang bersangkutan hanya dua siswa.

“Syarat melaksanakan ujian (sekolah) madiri, sekolah harus terakreditasi. SD/MI Negeri maupun Swasta di Sukoharjo sudah terakreditasi semua,” kata Mulyadi Minggu (15/2/2015).

Meski demikian tidak menutup kemungkinan dilaksanakan ujian sekolah gabungan. Mulyadi menjelaskan, sejauh ini belum ada sekolah yang meminta US gabungan. Bahkan sekolah swasta yang dulu ujian sekolah nnya sempat menggabung dengan SD lain sudah bisa menggelar ujian sekolah mandiri.

“Untuk sementara ini, tidak ada Sekolah mengajukan menggabung untuk ujian. Sekolah sudah mengajukan akreditasi,” imbuhnya.

Mulyadi menambahkan, persiapan ujian sekolah SD/MI baru sebatas memverifikasi daftar nominasi sementara (DNS). Untuk sementara ini tercatat 12.150 siswa yang sudah masuk DNS. Menurut dia, data tersebut masih akan berkembang. Sebab, masih ada sekolah yang belum menyerahkan data calon peserta ujian sekolah.

DNS tersebut akan ditetapkan menjadi Daftar Nominasi Tetap (DNT). Siswa yang tercatat pada DNT ini lah yang akan melaksanakan ujian sekolah. “Kami targetkan dalam minggu ini selesai dan dikirim ke Provinsi Jawa Tengah. Ada data dari beberapa sekolahan utamanya dipinggiran yang belum masuk. Mungkin terkendala teknis jaringan internet,” ujarnya.

Mulyadi menyatakan pelaksanakan ujian sekolah SD/MI masih menunggu Prosedur Operasional Standar (POS). Menurutnya, ada beberapa perubahan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pelaksanaan ujian sekolah. Ujian sekolah tingkat SD sederajat ini rencananya akan dilaksanakan paad Mei nanti.

“Kami masih menunggu. Ada beberpa perubahan draf POS. Ada perubahan jadwal pelaksanaan ujian sekolah, tatib pengawas dan peserta ujian, penulisan soal,” katanya.

Yang tidak mengalami perubahan, lanjut Mulyadi, peserta ujian tetap menggunakan Lembar Jawab Komputer (LJK). Pengerjaan naskah soal ditingkat Provinsi Jawa Tengah mulai dari Rabu (11/2) hingga Jumat (13/2). “Naskah soal 25 persen dibuat pusat dan 75 persen daerah,” imbuhnya.

Sofarudin