JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dinas Perhubungan Karanganyar Pertimbangkan Penambahan Armada Angkutan Desa

Dinas Perhubungan Karanganyar Pertimbangkan Penambahan Armada Angkutan Desa

286
BAGIKAN
Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan

KARANGANYAR – Soal usulan penambahan armada angkutan desa (Angkudes), Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar siap melakukan pengkajian.

Namun demikian, kemungkinan penambahan armada angkudes tersebut wajib didasarkan beberapa pertimbangan aspek. Kepala Dishubkominfo Agus Cipto Waluyo mengemukakan, pihaknya mesti melihat besaran kebutuhan masyarakat terhadap angkutan umum tersebut.

Di sisi lain, dirinya juga memikirkan soal untung rugi bagi para pelaku usaha yang bergerak di bidang transportasi umum itu.

“Kami akan lihat supply and demand penumpang seperti apa, kalau memang ditambah namun pada akhirnya sepi, kasihan juga pelaku usahanya. Kita masih harus melihat aspek lainnya juga,” ujar Agus, kepada wartawan, Selasa (24/2/2015).

Menurut Agus, pihaknya juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap trayek yang dilalui oleh angkutan umum tersebut.

Pasalnya, berdasarkan situasi angkutan umum saat ini, kondisi angkutan umum tergolong sepi. Oleh karena itu, pihaknya berkeyakinan harus ada pengkajian mendalam untuk memungkinkan atau tidaknya penambahan armada sesuai dengan situasi sekarang.

“Secara umum sebenarnya masih mencukupi. Armada yang ada, masih mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan angkutan umum. Kemudian, masyarakat banyak yang memilih menggunakan sepeda motor untuk bepergian, daripada naik angkutan umum,” jelasnya.

Menyusul kecelakaan yang terjadi 11 Februari lalu, di mana sebuah angkudes jurusan Matesih-Karangpandan yang mengangkut 38 penumpang terjun ke jurang di Dusun Banjar, Desa Gerdu, Karangpandan, kajian tersebut mengemuka.

Sebagaimana diketahui, kecelakaan itu menyebabkan satu orang penumpang tewas dan belasan lainnya luka-luka. Angkudes tersebut didominasi penumpang pelajar, sebab berada pada jam-jam sibuk masuk sekolah.

Agus menambahkan, pada masa-masa waktu normal di luar jam sekolah, umumnya angkudes membawa muatan sesuai kapasitas.

“Di luar jam sibuk, situasi normal dan angkutan membawa penumpang sesuai kapastias. Namun, pada jam tertentu seperti masuk sekolah, angkutan jadi overload, sebab siswa banyak yang butuh tumpangan menuju sekolah,” imbuhnya.

Putradi Pamungkas