JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dinas Pertanian Sukoharjo Antisipasi Mewabahnya Flu Burung

Dinas Pertanian Sukoharjo Antisipasi Mewabahnya Flu Burung

211
BAGIKAN
SUSPECT FLU BURUNG - Petugas tengah menyemprotkan cairan disenfektan di kandang ternak milik warga Dukuh Balong, Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Selasa (26/11) Seratusan ternak unggas milik warga mati mendadak, diduga terserang virus H5N1 atau avian influenza. Joglosemar/Angga Purnama
SUSPECT FLU BURUNG – Petugas tengah menyemprotkan cairan disenfektan di kandang ternak milik warga Dukuh Balong, Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Selasa (26/11) Seratusan ternak unggas milik warga mati mendadak, diduga terserang virus H5N1 atau avian influenza. Joglosemar/Angga Purnama

SUKOHARJO – Kelembaban kandang ternak dapat memicu merebaknya serangan avian influenza atau flu burung. Untuk itu, Dinas Pertanian (Dispertan) Sukoharjo memantau sentral peternakan dan penjualan unggas di seluruh Kota makmur. Seperti yang terdapat di wilayah Kecamatan Gatak, Baki, Kartasura, Sukoharjo Kota, Bendosari, Nguter, Tawangsari dan Bulu.

Kabid Peternakan, Yuli Dwi Irianto mengatakan belum mendapatkan laporan kasus unggas yang mati mendadak akibat serangan virus flu burung. Meski demikian, Dispertan tetap menyiapkan petugas dan peralatan kelengkapan lainya.

Menurutnya, kondisi lingkungan yang lembab dikhawatirkan dapat memicu penyebaran virus flu burung. Untuk itu para peternak maupun warga pemilik unggas diimbau segera melapor jika hewan peliharaanya mati mendadak. “Dengan begitu, bisa segera ditangani dan penyebaran bisa diantisipasi secepatnya,” tutur Yuli saat ditemui wartawan, Selasa (17/2/2015).

Para pemilik ternak, sambung Yuli, diminta selalu memperhatikan kesehatanya masing-masing. Termasuk meminimalisir sentuhan langsung dengan unggas-unggas yang mati. “Apabila menemukan kasus unggas mati mendadak baik banyak atau sedikit segera melapor. Nanti akan diperiksa dan ditangani agar virus tidak menyebar,”kata Yuli.

Selain itu, para peternak juga harus memperhatikan kondisi kadang unggas agar tidak terlalu lembah. Sebab kelembaban seperti dimusim penghujan ini bisa memicu perkembangbiakan virus. Untuk itu, pihaknya selalu menghimbau masyarakat proaktif dalam menyikapi hal ini. Sejauh ini, Dispertan selalu sudah menyediakan disinfektan dalam menanggulangi merebaknya flu burung.

“Kalau memang dinilai perlu kami akan melakukan penyemprotan kandang-kandang,” ujarnya.

Peternak juga diminta untuk mewaspadai unggas dari luar daerah. Sebab, bukan tidak mungkin unggas-unggas pendatang itu membawa virus flu burung. Mengingat, kasus serupa pernah terjadi di Kota Makmur.

“Dulu pernah terjadi, unggas dari luar daerah yang baru datang dicampur dengan unggas lama. Ternyata selang tidak lama banyak unggas yang mati mendadak,” katanya.

Sofarudin