JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Disambar Petir, Masjid Al Huda Desa Jambeyan Rusak Berat

Disambar Petir, Masjid Al Huda Desa Jambeyan Rusak Berat

456
BAGIKAN
 ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Hujan deras bercampur petir yang melanda wilayah Kecamatan Tanon Sabtu (31/1/2015) petang membawa musibah. Masjid Al-Huda di Dukuh Jambeyan RT 21, Desa Slogo, rusak berat akibat dihantam petir saat hujan mengguyur sekira pukul 14.45 WIB.
Beruntung tidak ada korban jiwa lantaran sambaran petir itu terjadi ketika menjelang salat Ashar dan belum ada jemaah yang datang. Namun, akibat kejadian itu genting, kaca dan beberapa bagian atap masjid hancur berantakan.
Menurut takmir masjid, Heri Sutrisno (58) yang tinggal berdampingan dengan masjid, sambaran petir itu terjadi bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur sejak pukul 14.00 WIB. Menurutnya, saat petir menghantam kubah dan atap masjid, sempat menimbulkan suara seperti ledakan dashyat yang diikuti dengan getaran keras di sekitarnya.
“Hujannya sebenarnya nggak begitu deras tapi petir menyambar-nyambar. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti ledakan besar di atas masjid. Waktu saya tengok atap sudah hancur. Untungnya langsung hujan deras, kalau tidak hujan deras pasti semua terbakar,” paparnya ditemui Minggu (1/2/2015).
Salah satu saksi mata, Dian Mayantoro (28) menuturkan sambaran petir itu pertama terlihat menghantam tiang listrik sekitar 500 meter dari masjid. Setelah itu terlihat kilatan menggumpal seperti bola api yang merambat dengan cepat melintasi kabel listrik menuju ke arah masjid dan kemudian meledak tepat di atap masjid.
Karena seluruh genting hancur dan ruangan rusak, pascakejadian hingga kemarin siang, masjid sementara tidak difungsikan. Kades Slogo, Bintoro menjelaskan berdasarkan pendataan, bagian masjid yang rusak parah diantaranya genting atap yang hancur, kaca sekeliling dengan taksiran kerugian mencapai Rp 20 juta. Ia bersama warga dan tokoh masyarakat serta pemuda, kemarin langsung bergotong royong mengevakuasi reruntuhan genting dan melakukan perbaikan.
“Sekalian ini nanti rencananya juga kami pasang penangkal petir. Karena lokasi ini di tepi sawah dan rawan musibah puting beliung serta petir,” jelasnya.
Musibah itu langsung memantik empati dari Wakil Ketua DPRD Sragen asal Canden, Ketro, Hariyanto. Kemarin siang pihaknya langsung mendatangi lokasi dan menyerahkan bantuan untuk membeli material genting agar masjid secepatnya bisa diperbaiki dan difungsikan kembali. Ia juga berpesan warga di wilayah tersebut lebih waspada dan berhati-hati mengingat wilayah Slogo memang masuk titik rawan puting beliung.
“Tahun lalu dukuh sebelahnya juga diterjang angin puting beliung dengan belasan rumah roboh serta rusak,” jelasnya.
Wardoyo