JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Disewakan Rp5 Juta, Lapak PKL di Solo Baru Jadi Ajang Bisnis

Disewakan Rp5 Juta, Lapak PKL di Solo Baru Jadi Ajang Bisnis

390
BAGIKAN

Ilustrasi Pedagang Kaki Lima |Budi Arista Romadhoni
Ilustrasi Pedagang Kaki Lima |dok.Joglosemar

SUKOHARJO – Satpol PP Sukoharjo menelusuri bisnis lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) Solobaru di sepanjang Jalan Jlopo-Langanharjo.

Kepala Satpol PP Sukoharjo, Sutarmo mengatakan, menjamurnya lapak PKL semi permanen di kawasan Desa Langenharjo itu lantaran dimobilisasi seseorang untuk mengeruk keuntungan pribadi. Bahkan, lapak-lapak disana sengaja didirikan orang tersebut untuk disewakan atau diperjualbelikan.

“Ternyata lapak-lapak itu dibisniskan. Dijual dengan harga Rp3 juta hingga Rp5 juta,” kata Sutarmo, Rabu (4/2/2015).

Menurut Sutarmo, siapa mafia dibalik bisnis lapak PKL itu sudah diketahui. Namun, dia belum mengungkapkan identitas orang yang selama ini memplot dan mendirikan lapak di wilayah itu. Tidak hanya di wilayah Solobaru, pihaknya tengah gencar melakukan penertiban dan pembinaan PKL sesuai yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 2007 tentang Penataan PKL.

“Sudah kami kejar (orang yang memperjual belikan lapak). Sepertinya dia sudah ketakutan dan tidak pernah muncul. Yang jelas, kalau nanti tumbuh lapak-lapak baru, langsung kami peringatkan. Kalau nekat pasti kami bongkar,” tandasnya.

Salah seorang pedagang, Giyarti (47), mengaku tidak pernah membangun sendiri lapak yang ditempatinya saat ini. Dia menyewa lapak ke seseorang untuk berjualan es kelapa muda sejak tujuh bulan yang lalu. Hanya saja dia enggan membeberkan berapa harga sewa dan siapa orang yang menyediakan lapak untuknya.

Sofarudin