JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ditata, Legislator Minta Pemkot Awasi Pemeliharaan Kali Pepe

Ditata, Legislator Minta Pemkot Awasi Pemeliharaan Kali Pepe

231
BAGIKAN
BAKTI SOSIAL-Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo(kanan) tengah memungut sampah di Sungai Pepe, Solo, Jumat (31/5/2013) | dok.Joglosemar
BAKTI SOSIAL-Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo(kanan) tengah memungut sampah di Sungai Pepe, Solo, Jumat (31/5/2013) | dok.Joglosemar

SOLO – Dukungan dana sebesar Rp30 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) untuk penataan Kali Pepe dan kawasan kumuh mendapat respons dari Komisi II DPRD Kota Solo. Penataan bernilai miliaran rupiah itu akan sia-sia, jika tak dukung dengan pemeliharaannya.

Ketua Komisi II YF Sukasno menilai, penegakan aturan dalam bidang lingkungan hidup juga menjadi bagian tindaklanjut setelah penataan kawasan tersebut. Hal itu juga butuh keseriusan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

“Sudah ada aturan soal batas minimal dari bibir sungai yang harus bebas hunian. Seperti di kawasan Kali Pepe sudah mulai ditata. Kalau ada yang masih melanggar, harus segera ditegur. Ini jadi bagian tugas Satpol PP dan Linmas untuk patroli,” kata Kasno, Sabtu (31/1/2015).

Jika warga di hunian liar tetap membandel, maka Pemkot bisa segera membongkar bangunan tersebut. Hal itu supaya tidak makin menjamur di berbagai sudut kota. Selain itu, lokasi di bibir sungai juag berisiko untuk keselamatan warga.

Anggota Komisi II Kosmas Krisnamurti sepakat dengan penataan kawasan kumuh di bantaran sungai. Menurut dia, selain Kali Pepe penataan kawasan kumuh bisa diperluas ke kawasan lainnya semisal Solo utara. Penataan kawasan kumuh juga harus melihat apakah status tanah tersebut milik negara atau Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

Dini Tri Winaryani