JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Diterjang Hujan Angin, 22 Rumah di Sukoharjo Porak Poranda

Diterjang Hujan Angin, 22 Rumah di Sukoharjo Porak Poranda

287
BAGIKAN
PORAK PORANDA-Warga membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan rumah makan Pondok Dahar Nusantara, Solo Baru, Sukoharjo usai tersapu angin kencang saat hujan yang melanda kawasan tersebut, Minggu (3/11). Akibat bencana tersebut pemilik mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Joglosemar/Yuhan Perdana
Ilustrasi. Joglosemar/Yuhan Perdana

SUKOHARJO – Hujan deras disertai angin kencang terjadi hampir merata di wilayah Sukoharjo, Senin (9/2/2015). Berdasarkan data sementara di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, hujan disertai angin lisus melanda Kota Makmur yang terjadi sejak sore hingga malam itu merusak 22 rumah dan menumbangkan puluhan pohon di berbagai wilayah.

Dampak terparah terjadi di empat desa di Kecamatan Baki. Yakni Desa Duwet, Ngrombo, Bentakan dan Desa Jetis. Di Desa Duwet, sedikitnya 15 rumah dilaporkan rusak akibat bencana tersebut. Rata-rata kerusakan ringan seperti atap genting beterbangan.

Namun, rumah milik Suyono yang beralamat di Dusun Bulan, Desa Duwet, Kecamatan Baki roboh total. Rumah tua berukuran 7×5 meter persegi itu roboh akibat tidak kuasa menahan beban derasnya air hujan dan terpaan angin lisus itu.

“Kebetulan rumah dalam keadaan kosong. Pemiliknya sedang berada dirumah saudaranya di Polokarto,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sukoharjo, Margono didampingi Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Agus Diyanto, Selasa (10/2/2015).

Sedangkan, di wilayah Desa Ngrombo tercatat tujuh rumah rusak. Kerusakan terjadi dibagian atap rumah yang terbang disapu angin lisus. Sementara di wilayah Desa Bentakan dan Desa Jetis masih dalam pendataan. Margono belum berani menyimpulkan berapa total rumah rusak dan berapa nilai kerugian.

“Data tersebut masih bisa berkembang karena pendataan masih belum selesai dilakukan. Melihat sisa-sisa terjangan angin, kemungkinan di desa lain di Kecamatan Baki masih ada yang terdampak, tapi tidak dilaporkan,” kata Margono.

Selain itu, puluhan pohon di berbagai daerah dilaporkan tumbang. Beberapa diantaranya melintang di jalan dan sempat memutus akses jalan. Seperti di dekat Makam Pahlawan, Desa Bakalan, Kecamatan Polokarto dan di jalan Desa Surobayan, Kecamatan Baki. “Pohon yang tumbang kebanyakan pohon trembesi. Sudah langsung dievakuasi para relawan. Seperti di dekat Makam Pahlawan, dievakuasi warga. Kami mengapresiasi itu,” imbuh Agus Diyanto.

Margono menambahkan, sejak diterbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati Sukoharjo tentang Siaga Darurat Bencana Angin dan Banjir, BPBD dan relawan siaga penuh mulai dari 25 November 2014 hingga 31 Maret 2015. “Sejak ada SK itu, kami membuka posko siaga bencana di Grogol dan Mojolaban. Posko Induk di BPBD Sukoharjo siaga 24 jam,” katanya. Sofarudin