JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dituduh Punya Saham di Pertamina, Tommy Soeharto: Jangan Sok Tahu

Dituduh Punya Saham di Pertamina, Tommy Soeharto: Jangan Sok Tahu

177
BAGIKAN
Pemanggilan Petral. Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri (tengah) memberi keterangan pers tentang pemanggilan petinggi Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/12). Sejumlah hal dibahas dalam pertemuan tersebut, antara lain proses pengadaan minyak mentah di dalam Petral. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Pemanggilan Petral. Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri (tengah) memberi keterangan pers tentang pemanggilan petinggi Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/12). Sejumlah hal dibahas dalam pertemuan tersebut, antara lain proses pengadaan minyak mentah di dalam Petral. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

JAKARTA– Hutomo Mandala Putra atau biasa disapa Tommy Soeharto membantah pernah memiliki saham di Pertamina Energy Trading Limited atau Petral.

Putra mantan Presiden Soeharto itu menyampaikan bantahannya dalam akun Twitter yang dikutip di Jakarta, Jumat (13/2/2015).

“Sahabat semua pasti sebagian besar sudah baca berita tentang saham Petral yang katanya ada nama saya di dalamnya,” sebut Tommy di awal klarifikasinya.

Presiden Komisaris PT Pelita Mandala Online, penerbit situs berita pelitaonline.com, tersebut mengatakan, pernyataan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri yang menyebutkan dirinya memiliki 20 persen saham Petral merupakan penyesatan publik.

“Jangan sok tahu, katanya ada saham saya 20 persen di Petral, data dari mana itu,” ujarnya dalam akun @TommySoeharto62.

Ia berharap, tim dan juga pemerintah fokus membenahi pengelolaan tata niaga migas dan tidak hanya pencitraan serta sibuk mencari kambing hitam.

“Seharusnya pemerintah memperbaiki trading dan tata niaga migas yang sudah berjalan, sehingga rakyat yang diuntungkan,” ujarnya.

Faisal Basri menyebutkan, saat Petral masih bernama Petra Oil, komposisi kepemilikan sahamnya adalah Pertamina 40 persen, Tommy Soeharto 20 persen, Bob Hasan 20 persen, dan Yayasan Karyawan Pertamina 20 persen.

ANTARA|Kelik Dewanto