JOGLOSEMAR.CO Berita Utama DPP Pasoepati Tak Gelar Tur ke Semarang

DPP Pasoepati Tak Gelar Tur ke Semarang

346
BAGIKAN
Pasoepati saat menggelar aksi jalan kaki dari Stadion Sriwedari menuju Bundaran Gladag, Minggu (04/01/2015) sore. Aksi tersebut merupakan langkah suporter tim Persis Solo untuk mendesak segera dibentuk manajemen baru serta tim baru menjelang bergulirnya kompetisi Divisi Utama 2015 | Foto: Maksum N F
Pasoepati saat menggelar aksi jalan kaki dari Stadion Sriwedari menuju Bundaran Gladag, Minggu (04/01/2015) sore. Aksi tersebut merupakan langkah suporter tim Persis Solo untuk mendesak segera dibentuk manajemen baru serta tim baru menjelang bergulirnya kompetisi Divisi Utama 2015 | Foto: Maksum N F

SOLO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pasoepati meniadakan tur resmi untuk mendukung Persis Solo pada laga uji coba lawan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (21/2/2015) malam. Meski begitu, ratusan anggota Pasoepati menyatakan kesiapannya untuk memerahkan Semarang.

Kedekatan jarak antara Solo dengan Semarang membuat ribuan suporter Persis Solo selalu hadir di Stadion Jatidiri Semarang. Tahun lalu saja, pada kompetisi Divisi Utama 2014, sekitar 3000 anggota Pasoepati mendukung perjuangan Laskar Sambernyawa. Namun karena statusnya hanya laga sparing partner, jumlah anggota yang ke Semarang tak sebanyak tahun lalu.

Hal ini juga dilakukan suporter PSIS Semarang saat pertandingan pertama di Stadion Manahan Solo, Minggu (15/2/2015) llau. Dari ribuan suporter di tahun sebelumnya, pada laga kemarin hanya 700 anggota Panser Biru dan Snex yang memberi warna beda diantara belasan ribu Pasoepati.

“Ini baru pertandingan uji coba. Jadi kami belum ada rencana untuk menggelar tur resmi. Tapi dari informasi teman-teman, ada banyak Pasoepati yang berangkat ke Semarang. Pengurus DPP Pasoepati pun ada yang kesana. Tapi statusnya bukan tur resmi, hanya untuk silaturahmi dengan suporter PSIS,” terang Wakil Presiden Pasoepati Ginda Ferachtriawan kepada Joglosemar.co, Jumat (20/2/2015) sore.

Bukan hanya status uji coba, kejadian musim lalu kemungkinan jadi salah satu sebab. Pada tur Pasoepati lalu, ribuan Pasoepati yang pulang dari Semarang diserang oknum tak dikenal setelah meninggalkan Kota Semarang. Bahkan dari puluhan orang yang terluka, ada satu yang jadi korban bacok. Padahal saat kedua pendukung berada di stadion, tak ada bentrok berarti. Hanya ada psywar antarpendukung yang membuat pertandingan bertajuk derby Jawa Tengah itu semakin menarik.

“Kedua belah pihak pada dasarnya tidak ada perselisihan. Karena kami selalu berkomunikasi. Saat di Solo pun, suporter PSIS kami sambut,” tambah Ginda.

Nofik Lukman Hakim