JOGLOSEMAR.CO Berita Utama DPRD Pastikan Solo Siap Mengantisipasi Bahaya Banjir

DPRD Pastikan Solo Siap Mengantisipasi Bahaya Banjir

293
BAGIKAN
Seorang anak bermain di depan Taman Cerdas Gandekan Solo yang tergenang air luapan Sungai Bengawan Solo_Foto_Maksum N F
Seorang anak bermain di depan Taman Cerdas Gandekan Solo yang tergenang air luapan Sungai Bengawan Solo_Foto_Maksum N F

SOLO – Ancaman banjir kembali mengintai Solo. Namun, Ketua Komisi II DPRD Kota Surakarta YF Sukasno tak terlalu khawatir karena Pemkot sudah mengantisipasi hal tersebut. Pihaknya juga memastikan seluruh pompa air dalam kondisi siap.

“Sejauh ini tidak ada laporan soal kerusakan pompa air. Artinya, jika terjadi banjir sudah bisa diantisipasi,” kata Kasno, kepada wartawan, Rabu (11/2/2015).

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, kondisi geografis Kota Bengawan memang dikelilingi sungai di empat penjuru. Ancaman banjir meningkat, seiring tingginyah curah hujan.
”Namun, sekarang juga sudah tak terlalu khawatir, karena ada program relokasi warga di bantaran sungai. Itu jelas sudah menyelamatkan berapa ribu jiwa dari risiko bencana banjir,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dukungan dana yang diberikan pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk penanggulangan banjir cukup besar. Tercatat ada Rp 5 miliar yang dialokasikan untuk mengatasi banjir di daerah tangkapan air dan badan sungai.

Dinas tersebut juga mendapat kucuran dana Rp 1,5 miliar untuk pembangunan talut dan bronjong di sejumlah titik. Begitupun untuk perbaikan drainasi dan gorong-gorong dialokasikan sebesar Rp 4,5 miliar.

Seperti saluran air di kawasan Tipes di Kecamatan Serengan, Semanggi di Kecamatan Pasarkliwon, serta tiga wilayah di Kecamatan Banjarsari yakni Banyuanyar, Cengklik dan Jalan Sutoyo.

Sekretaris Komisi II Supriyanto menambahkan, perlu pemetaan jangka panjang terkait situasi rawan banjir, sehingga langkah antisipatif bisa dilakukan secara komprehensif dan tidak insidentil.
“Sistem drainase yang baik dari hilir, akan sangat membantu mengeluarkan air dari pemukiman, jika terjadi luapan. Sehingga tidak terjadi genangan air hingga berjam-jam,” imbuhnya.

Sementara Ketua DPRD Teguh Prakosa mengimbau, warga yang masih bertahan di bantaran sungai agar segera mengambil langkah untuk menyelamatkan keluarganya. Dia memastikan tak ada alokasi bantuan untuk warga yang nekat bertahan di kawasan bantaran. Pasalnya, Pemkot sudah berupaya merelokasi ke tempat yang lebih aman.

“Seharusnya relokasi yang dimulai sejak 2008 itu sudah selesai pada 2012. Namun, ternyata masih ada yang belum melepas sertifikatnya. Apalagi, banyak pemegang sertifikat yang sudah tak ada di Solo. Ini yang menyulitkan penyelesaian program relokasi,” ungkapnya.

Dini Tri Winaryani