JOGLOSEMAR.CO Berita Utama DPU Pertimbangnkan Pembangunan Rusunawa Buruh

DPU Pertimbangnkan Pembangunan Rusunawa Buruh

249
BAGIKAN
Ilustrasi rumah susun
Ilustrasi rumah susun

SOLO – Adanya masukkan untuk pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) khusus buruh tidak serta merta disetujui oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Surakarta. Menurut DPU masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum usulan itu disetujui. Salah satunya yakni soal keberadaan buruh yang ada di Kota Solo. Menurut, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Sewa DPU Toto Jayanto, keberadaan Rusuanawa selama ini sebagian besar juga sudah dihuni oleh para buruh. Baik itu buruh formal maupun non formal.

Sehingga, jika nantinya ada usulan untuk membangun Rusunawa khusus buruh juga harus ada data yang akurat soal berapa banyak buruh yang belum memiliki rumah di Kota Solo. Hal ini perlu dilakukan, mengingat selama ini jumlah pabrik maupun perusahaan di Solo tidaklah sebanyak didaerah lain. “Selama ini kan kebanyakan yang menempati Rusunawa kan juga buruh, ada yang formal ada yang non formal. Tetapi, kalau ada usulan seperti itu (Rusunawa khusus buruh) ya tidak apa-apa, tetapi juga perlu ada pendataan dulu,” urainya.

Sementara itu, Kepala DPU Endah Sitaresmi Suryandari kepada Joglosemar mengatakan, selain adanya pendataan mengenai buruh juga harus ada evaluasi mengenai dampak pembangunan Rusunawa sendiri. Terutama soal, berkurangnya lahan hijau di Kota Solo. Sita menjelaskan, semakin banyak pembangunan Rusunawa, berarti semakin banyak Ruang Terbukan Hijau (RTH) yang hilang. “Kita juga harus memikirkan ketersediaan lahan RTH di Kota Solo, kalau terus dibangun (Rusunawa) maka RTH juga akan semakin habis,” urainya.

Padahal, Sita melanjutkan, beberapa waktu lalu RTH yang di Solo hanya 18 persen saja, sementara minimal 20 persen. Disamping itu, juga harus memikirkan mengenai ketersediaan lahan untuk pembangunan. Karena, jika harus menggunakan APBD untuk pembelian lahan jelas tidak mungkin. “Ya nanti kita pelajari dulu, kalau tidak ada lahan ya harus mengajukan bantuan untuk pembelian,” ucapnya.

Ari Purnomo