JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dua Perusak Bangunan Cagar Budaya di Yogyakarta Divonis Denda Rp 500 Juta

Dua Perusak Bangunan Cagar Budaya di Yogyakarta Divonis Denda Rp 500 Juta

196
BAGIKAN

 

Ilustrasi Benda Cagar Budaya di Kota Solo | Joglosemar/Yuhan Perdana
Ilustrasi Benda Cagar Budaya di Kota Solo | Joglosemar/Yuhan Perdana

JOGJA – Pengadilan Negeri Yogyakarta menjatuhkan vonis denda Rp 500 juta atau kurungan 12 bulan penjara terhadap dua terdakwa pelaku perusakan SMA 17 “1” Yogyakarta.

Dua terdakwa perusakan SMA yang tergolong bangunan cagar budaya di Yogyakarta itu yakni Muhammad Zakaria dan Yoga Trihandoko.

“Secara sah dan meyakinkan dua terdakwa melakukan perusakan terhadap bangunan cagar budaya,” kata Ketua Majelis Hakim, Meri Taat Anggarasih dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Selasa.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mengajukan denda Rp600 juta dengan ancaman subsidair 12 bulan kurungan.

Menurut Meri dalam kasus perusakan yang terjadi pada Mei 2013, Muhammad Zakaria yang mengklaim sebagai pemilik lahan bangunan itu meminta Yoga Trihandoko untuk mengeksekusi pembongkaran bangunan SMA 17 dengan melibatkan 30 pekerja.

“Pembongkaran telah merusak hampir 60 persen bangunan cagar budaya meliputi atap, pintu, jendela ruang guru dan kelas ,” kata dia.

Padahal SMA 17 yang merupakan banguan eks Markas Tentara Pelajar telah tergolong sebagai bangunan cagar budaya yang diperkuat dengan munculnya surat keputusan (SK) Gubernur No 210/Kep/2010.

Dengan demikian, sesuai perbuatan yang dilakukan, kata dia, kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 105 jo Pasal 113 ayat (3) UU RI Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Atas putusan tersebut, majelis hakim memberikan kesempatan bagi kedua terdakwa untuk mengajukan banding selama tujuh hari.

“Kami masih akan pikir-pikir dulu untuk mengajukan banding,” kata kuasa hukum dua terdakwa, R Ketus Murdono.

Antara | Luqman Hakim