JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dua Rumah Sakit Internasional Akan Dibangun di Solo

Dua Rumah Sakit Internasional Akan Dibangun di Solo

744
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SOLO – Pelayanan kesehatan di Solo bakal diramaikan oleh dua rumah sakit (RS) internasional. Rencananya, RS tersebut akan dibangun di wilayah Serengan dan Mojosongo.

“Investor sudah mengincar lokasi di Serengan dan ring road Mojosongo.  Nilainya Rp320 miliar,” kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Solo, Toto Amanto.

Khusus RS yang akan dibangun di Mojosongo, kata dia, pihak investor sedang membidik lahan seluas lima hektare. Mereka dinilai serius dan tengah melakukan komunikasi dengan warga pemilik tanah.

Nantinya, RS di Mojosongo akan diintegrasikan dengan Bandar Udara (Bandara) Adi Sumarmo Boyolali. “Investor akan membangun jalur khusus yang menghubungkan rumah sakit dan Bandara. Ya ini sebagai salah satu fasilitas penunjang di sana,” tegasnya.

Lantaran konsep tersebut, RS akan menyediakan dokter yang bisa sewaktu-waktu datang ke bandara sehingga butuh jalur khusus. Namun, rencana tersebut agaknya harus ditahan untuk beberapa lama.

Pasalnya, investor masih melengkapi syarat administrasi dalam hal jual beli lahan milik warga setempat. Pihak RS menyatakan membutuhkan sekitar 20 sertifikat dari warga. Jika jual beli atas puluhan sertifikat itu sudah selesai, maka baru melengkapi persyaratan untuk pembangunan dan operasional RS.

Dikatakan Toto, investor baru menyerahkan fotokopi sertifikat. Padahal, untuk mengantongi Izin Penempatan Ruang (IPR) cetak peta, investor harus menunjukan bukti asli sertifikat. “Ya belum bisa kami proses,” katanya.

Sementara itu, lokasi lain yang dibidik investor yakni wilayah Serengan, tepatnya bekas percetakan di Sidokare. Namun, rencana pembanguan RS di sana sudah lebih matang dibandingkan di Mojosongo. Pasalnya, investor sudah mengantongi IPR cetak peta dan tengah mempersiapkan analisis dampak lalu lintas (andalalin) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Murniati