JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Earth Hours Solo: Peringati Hari Peduli Sampah

Earth Hours Solo: Peringati Hari Peduli Sampah

235
BAGIKAN
Tumpukan sampah memenuhi jalanan usai salat idul fitri 1435 H, Senin (28/07/2014) di depan Polresta Surakarta | Foto: Maksum N F
Ilustrasi: Joglosemar/Maksum N F

SOLO – 21 Februari lalu merupakan Hari Peduli Sampah Nasional. Di hari tersebut, banyak relawan pencinta lingkungan memperingatinya dengan aksi beragam. Salah satunya seperti yang dilakukan relawan yang tergabung dalam Earth Hours Solo. Mereka melakukan aksi peduli sampah di Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (22/2/2015).

Koordinator Relawan Earth Hours Solo, Sadrah mengatakan, Earth Hours Solo merupakan relawan di Kota Solo yang peduli dengan lingkungan dan selalu mengkampanyekan untuk selalu hemat energi. Di dunia, Earth Hours sudah ada sejak 9 tahun silam. Sedangkan di Indonesia, Earth Hours mulai ada sejak 7 tahun lalu. Kemudian di Solo sendiri, Earth Hours Solo sudah ada sejak 4 tahun terakhir.

Aksi ini dimulai di depan Museum Radya Pustaka dan menelusuri CFD. Dengan membawa spanduk bertuliskan “#OJONYAMPAH, buang sampah pada tempatnya. “ Dengan spanduk yang dibawa tersebut, diharapkan bisa dibaca oleh masyarakat khususnya pengguna CFD dan mengajaknya untuk selalu membuang sampah pada tempatnya.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Dan, supaya pawai ini menarik dan bisa mengundang pengguna jalan, maka kami membawa moster sampah,” terang Sadrah kepada Joglosemar, Minggu (22/2/2015).

Lanjut Sadrah, sebelum menggelar aksi peduli sampah di CFD, pada 21 Februari lalu, Earth Hours Solo menggelar acara nonton bareng dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Acara nonton bareng tersebut digelar di Gedung Kesenian Surakarta mulai pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB dan diikuti oleh 50 orang.

“Untuk film yang ditonton yaitu berjudul Trashed,” kata Sadrah.

Dalam Trashed tersebut merupakan film dokumenter tentang sampah. Di dalamnya terdapat bagaimana dampak dari sampah dan bahayanya.

Dwi Hastuti