JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Gandeng Karanganyar dan Sragen, Bengawan Travel Mart Dihelat Besok

Gandeng Karanganyar dan Sragen, Bengawan Travel Mart Dihelat Besok

297
BAGIKAN

tahun baru 2

SOLO –Siap dilangsungkan mulai besok hingga Minggu (13-15 Februari 2015), Bengawan Travel Mart (BTM) bakal mengombinasikan pengalaman berwisata di tiga daerah dalam wilayah Eks Karisidenan Surakarta. Hal ini dimaksudkan untuk memperpanjang masa long of stayatau menginap wisatawan lebih dari dua hari.

Ketua Panitia Acara Bengawan Travel Mart, Robbie Arisutantyo menerangkan pelaksanaan Bengawan Travel Mart 2015 mengusung tema Back to Nature, Respect the Culture.

“Lewat tema tersebut, panitia akan mengajak para buyer atau pelaku pariwisata dari daerah lain untuk lebih memperluas wawasannya tentang potensi wisata yang dimiliki Kota Solo. Bahwa kota ini tidak hanya memiliki banyak obyek wisata budaya, namun juga mempunyai lokasi wisata alam atau ecotourism yang terletak di kabupaten-kabupaten di Eks Karisidenan Surakarta,”ungkapnya saat jumpa pers Bengawan Travel Mart, di Pendopo Loji Gandrung Solo, pada Kamis (12/2/2015.

Dalam penyelenggaraan Bengawan Travel Mart 2015, pihaknya mengkolaborasikan dua kabupaten di Kota Solo, yakni Karanganyar dan Sragen. Penggandengan dua kabupaten di Eks Karisidenan Surakarta ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta juga senantiasa merangkul kabupaten lain. Dimana yang bertujuan pada peningkatan jumlah wisatawan di Subosukowonosraten.

“Pada Bengawan Travel Mart sebelumnya, kami mengajak para buyer side visit ke Selo, Boyolali. Karena tanggapannya cukup positif, tahun ini kami kembangkan lagi potensi wisata dengan menggandeng Karanganyar dan Sragen. Seperti di Tahura dan Sangiran,”ujarnya.

Selain itu, dijelaskan Robby, kolaborasi dengan kabupaten lain di wilayah Eks Karisidenan Surakarta ini dihadapkan dapat memperpanjang masa menginap para wisatawan ketika menginap di Kota Solo. Dimana saat ini rata-rata lama menginap para wisatawan murni yakni dua hari.

“Selama ini wisatawan hanya mengenal bahwa Solo merupakan single destination, yang kental dengan wisata budaya dan belanja. Dan waktu dua hari menginap ini dirasa cukup untuk mengeksplorasi kota ini. Karenanya, untuk memperpanjang masa menginap wisawatan, kami rasa sudah saatnya merangkul potensi wisata yang dimiliki kabupaten lain di luar Solo,”jelasnya.

Robby menerangkan, penyelenggaraan Bengawan Travel Mart 2015 akan menghadirkan sekitar 72 buyer dari Jakarta, Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Barat, Lomok, Bali, Medan, Jambi, Lampung, serta Hongkong. Buyer yang dihadirkan tak melului oleh travel agent, namun juga diikuti dua korporasi, dan media pariwisata nasional.

Sedangkan untuk sellernya tercatat 50 pelaku pariwisata dari Kota Solo, dan 10 pelaku wisata dari luar Solo. Seller yang siap menjual potensi wisata Kota Solo ini berasal dari travel agent, hotel, restoran, destinasi, pusat oleh-oleh, dan batik.

“Tidak hanya memberikan edukasi tentang potensi yang dimiliki Solo, kami juga akan mengajak buyer untuk beraktivitias di lokasi wisata yang kami sajikan. Misalnya di saat kami ajak city tour di Pasar Triwindu dan Pura Mangkunagaran, mereka kami ajak bermain semacam treasure hunt di dua lokasi tersebut. Sehingga diharapkan, para buyer dapat melihat lebih dalam lagi begitu kayanya potensi wisata di Solo,”pungkasnya.

Paramita Sari Indah