JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ganjar Pranowo: Penggunaan Pakaian Tradisional Jawa Bersifat Fleksibel

    Ganjar Pranowo: Penggunaan Pakaian Tradisional Jawa Bersifat Fleksibel

    170
    BAGIKAN
    Ganjar Pranowo
    Ganjar Pranowo

    SEMARANG– Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan bahwa penerapan program penggunaan pakaian tradisional Jawa oleh pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng setiap tanggal 15 bersifat fleksibel.

    “Bebas, yang penting pakaian khas Jawa atau bernuansa adat dan PNS bisa memilih pakaian tradisional dari 35 kabupaten/kota di Jateng,” katanya di Semarang, Minggu (8/2/2015).

    Hal tersebut disampaikan Ganjar menanggapi masukan dari kalangan anggota DPRD Jateng yang mengharapkan agar penerapan penggunaan pakaian tradisional di kalangan PNS tidak bersifat memaksa.

    Ia mengatakan bahwa sesuai surat edaran program pakaian tradisional, PNS dibebaskan berkreasi sesuai keinginan masing-masing yang disesuaikan bentuk tubuh dan kebiasaan aktivitas.

    “Khusus untuk perempuan PNS, rambut tidak harus disanggul, fleksibel saja dan kebaya dipadukan kain sarung seperti di DKI itu malah modis,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

    Menurut Ganjar, program penggunaan pakaian tradisional oleh jajaran PNS di lingkungan Pemprov Jateng itu sebagai salah satu bentuk pelestarian kebudayaan.

    Ganjar mengharapkan instruksi mengenakan pakaian tradisional Jawa itu dipatuhi dan dilaksanakan oleh seluruh jajarannya.

    Sebelumnya, Ganjar juga telah mewajibkan jajaran PNS di lingkungan Pemprov Jateng menggunakan Bahasa Jawa setiap Kamis dan berjalan hingga saat ini.

    Anggota Komisi A DPRD Jateng Sriyanto Saputro menyatakan mendukung rencana kewajiban mengenakan pakaian tradisional Jawa oleh seluruh jajaran birokrasi di provinsi setempat sebagai bentuk pelestarian kebudayaan.

    “Kendati demikian, hendaknya kebijakan tersebut tidak bersifat memaksa, khususnya bagi perempuan PNS karena mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk mengenakan kebaya,” kata politikus Partai Gerindra itu.

    ANTARA|Wisnu Adhi Nugroho